Sidang Hiu Kok Ming, Tidak Ada Poin. Hakim: "Lainkali hadirkan saksi yang bagus ya" | Surabaya Pos
http://www.liputanindonesia.co.id/ https://www.liputanindonesia.co.id/ https://www.liputanindonesia.co.id/p/liputan-terkini.html https://www.liputanindonesia.co.id/feeds/posts/default?orderby=UPDATED https://www.liputanindonesia.co.id/feeds/posts/default https://www.liputanindonesia.co.id/feeds/posts/default?alt=rss https://www.liputanindonesia.co.id/sitemap.xml https://www.liputanindonesia.co.id/sitemap.xml?page=1 https://www.liputanindonesia.co.id/feeds/posts/default?max-results=9999&alt=json-in-script&callback=loadtoc https://www.liputanindonesia.co.id/atom.xml?redirect=false
kampung tangguh semeru 2020, #KampungTangguhSemeru2020, - KampungTangguhSemeru, Kampung Tangguh Surabaya, Kampung Tangguh Sidoarjo, Kampung Tangguh Gresik, Kampung Tangguh Sumenep, Kampung Tangguh Pamekasan, Kampung Tangguh Bangkalan, Kampung Tangguh Ngawi, Kampung Tangguh Ponorogo, Kampung Tangguh Pacitan,Kampung Tangguh Malang, Kampung Tangguh Magetan, Kampung Tangguh Madiun, Kampung Tangguh Jombang, Kampung Tangguh Mojokerto, Kampung Tangguh Bojonegoro, Kampung Tangguh Lamongan, Kampung Tangguh Tanjung Perak, Kampung Tangguh Nganjuk, Kampung Tangguh Trenggalek, Kampung Tangguh Tulungagung, Kampung Tangguh Madiun, Kampung Tangguh Blitar, Kampung Tangguh Kediri, Kampung Tangguh Situbondo, Kampung Tangguh Bondowoso, Kampung Tangguh Lumajang, Kampung Tangguh Probolinggo, Kampung Tangguh Pasuruan, Kampung Tangguh Batu, Kampung Tangguh Tuban, Kampung Tangguh Jember, Kampung Tangguh Banyuwangi, Inovasi Peduli dari Kapolda Jatim, Kampung Tangguh Semeru 2020, guna Mencegah Corona atau Covid-19, di Jawa Timur

Sidang Hiu Kok Ming, Tidak Ada Poin. Hakim: "Lainkali hadirkan saksi yang bagus ya"

SurabayaPos.com - Sidang lanjutan perkara dugaan penipuan sebesar Rp. 30 miliar dengan terdakwa Hiu Kok Ming, kembali digelar di Pengadila...

SurabayaPos.com - Sidang lanjutan perkara dugaan penipuan sebesar Rp. 30 miliar dengan terdakwa Hiu Kok Ming, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.


Dalam sidang kali ini Jaksa Penuntut menghadirkan dua orang saksi, yakni  Njio Tjay Tjin alias Iskandar dan Kristono.

Njio Tjay Tjin alias Iskandar adalah makelar yang menjual tanah di Bekasi milik terdakwa Hiu Kok Min kepada Widjijono Nurhadi, sedangkan Kristiono adalah notaris yang pernah membuat akta pelepasan antara PT.  Adhi Realiti, sebagai pemilik asal atas 5 hektar di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi dengan terdakwa Hiu Kok Min.

Dalam sidang, saksi Njio Tjay Tjin alias Iskandar yang diperiksa pertama kali oleh JPU, mengatakan pada September 2011 dia disuruh oleh terdakwa untuk menjualkan tanah miliknya yang berada di daerah Kalimalang, Bekasi, dan dikatakan bahwa surat-surat tanah tersebut dalam kondisi clear and clean.

Menurut saksi, penunjukan dirinya menjadi makelar tanah tersebut disebabkan karena dia dekat dengan terdakwa sejak tahun 2002.

"Setelah itu saya keliling-keliling ke Singapura, Malaysia hingga ke Thailand untuk mencari pembeli, tapi tidak mendapatkan pembeli. Setelah itu saya minta tolong ke Pak The Dody Widodo dibantu mencarikan pembeli, lalu saya diajak Pak Dody Widodo ke kantor PT. Mutiara Langgeng dan menawarkan tanah milik terdakwa Hiu Kok Ming kepada Pak Widjijono Nurhadi, dan berhasil dia beli," ujar saksi, Iskandar. 

Dalam sidang, saksi juga mengaku setelah itu dirinya juga diminta ikut ke kantor Notaris Priyatno sebagai saksi dalam transaksi jual beli tanah di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi, antara terdakwa dengan Widjijono Nurhadi. 

"Namun jual beli tersebut sempat akan dibatalkan oleh Widjijono Nurhadi, sebab surat-suratnya belum selesai. Tapi setelah terdakwa memberikan jaminan 5 sertifikat ditambah cover notes dari notaris, akhirnya akta jual beli ditandatangani. Di akta itu terdakwa berjanji akan menyelesaikan sertifikatnya dalam jangka waktu 6 bulan, dan jika belum selesai akan dikenai denda 10 juta perhari," terang saksi.

Dalam meja persidangan, Sudiman Sidabuke, sebagai pengacara terdakwa sempat bertanya kepada saksi, apakah dirinya pernah mendapatkan komisi dalam jual beli tersebut? saksi menjawab, sebagai perantara jual beli, sampai saat ini dirinya belum mendapatkan komisi.

Ditanya lagi oleh Sudiman, apakah saksi pernah menerima uang Rp 520 juta dari terdakwa untuk pengurusan surat-surat tanah di BPN Bekasi? Saksi menjawab kalau uang sebanyak Rp 520 juta tersebut bukan diperuntukan sebagai biaya pengurusan sertifikat. Melainkan sebagai biaya operasional untuk dirinya mencari pembeli kemana-mana, bahkan sampai ke Singapura dan Thailand.

Mendengar jawaban seperti itu, Sudiman pun menganggap aneh, kalau uang 520 juta hanya dipakai saksi sebagai biaya operasional mencari pembeli semata. Sebaliknya Sudiman tetap berkeyakinan kalau uang Rp 520 juta tersebut diberikan oleh terdakwa sebagai biaya pengurusan sertifikat di BPN Bekasi. 

"Rasanya sangat aneh kalau uang Rp 520 juta, hanya dipakai untuk mempertemukan terdakwa dengan The Doddy Widodo dan Widjijono Nurhadi, dan bukan sebagai biaya untuk pengurusan sertifikat. Makanya kami tidak heran kalau saudara pernah dipidana 2 tahun penjara akibat menggelapkan uang terdakwa," celetuk Sudiman Sidabuke. 

Usai persidangan, Sidabuke menganggap bahwa saksi-saksi yang dihadirkan tidak ada poin.

"Kami tidak menemukan poin sama sekali. Sekali lagi saya katakan, ini sidang perdana cuma kok larinya ke pidana," ujarnya.

Bahkan, hakim anggota sempat mengatakan pada jaksa agar membawa saksi yang berkompeten.

"Lain kali bawa saksi-saksi yang bagus ya. Jangan saksi remeh." celetuknya.

Untuk diketahui, sengketa tanah ini terjadi ketika Hiu Kok Ming menjual sebidang tanah seluas lebih kurang 5 hektar kepada pelapor Widjijono Nurhadi di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi.

Di kemudian hari, ternyata tanah 5 hektar di Bekasi tersebut belum sah menjadi milik terlapor karena terkendala belum keluarnya sertifikat dari BPN.(tji)

COMMENTS


BERITA TERKAIT

Kampung Tangguh Semeru 2020

Nama

Advertorial,33,Berita-Terkini,771,BeritaWarga,105,Destinasi-Wisata,9,EkoBis,35,ekonomi,5,Ekonomi Bisnis,7,Galeri-foto-video,14,GayaHidup,20,Hobby,2,Hukrim,145,Internasional,20,Kesehatan,21,Narkotika,20,Nasional,271,Olahraga,24,Opini,10,Pemerintahan,43,Peristiwa,70,Pilpres 2019,7,Polisi,166,Politik,94,Regional,343,Religi,5,Renungan,17,Selebritis,3,Seni-Budaya,16,Showbiz,17,Sorotan,53,sosial,18,Technology,18,TNI,2,
ltr
item
SurabayaPos.com: Situs Berita Terkini, Berita Hari ini, dan Terpercaya: Sidang Hiu Kok Ming, Tidak Ada Poin. Hakim: "Lainkali hadirkan saksi yang bagus ya"
Sidang Hiu Kok Ming, Tidak Ada Poin. Hakim: "Lainkali hadirkan saksi yang bagus ya"
https://1.bp.blogspot.com/-R5LrweuOG6E/XefYhVvwfFI/AAAAAAAAnIM/V38hezGNzPs5slj4_1FiYmsy3X01f0pBACLcBGAsYHQ/s320/IMG_20191204_230036.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-R5LrweuOG6E/XefYhVvwfFI/AAAAAAAAnIM/V38hezGNzPs5slj4_1FiYmsy3X01f0pBACLcBGAsYHQ/s72-c/IMG_20191204_230036.jpg
SurabayaPos.com: Situs Berita Terkini, Berita Hari ini, dan Terpercaya
https://www.surabayapos.com/2019/12/sidang-hiu-kok-ming-tidak-ada-poin.html
https://www.surabayapos.com/
https://www.surabayapos.com/
https://www.surabayapos.com/2019/12/sidang-hiu-kok-ming-tidak-ada-poin.html
true
4204357026782051252
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy