Notification

×

Iklan

Iklan


WaliKota Surabaya : Pemkot Tidak Pernah Ngomong Pecat Kader Bumantik

04/03/2022 | Maret 04, 2022 WIB | Dibaca: 0 kali Last Updated 2022-03-04T07:35:38Z
    Bagikan
WaliKota Surabaya Eri Cahyadi: Pemkot Tidak Pecat Kader Bumantik, Siapa Yang Ngomong? Itu Isu
Foto: Eri Cahyadi Walikota Surabaya

Surabaya – Adanya isu pemecatan para kader di Kota Surabaya. Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya memberikan sejumlah klarifikasi, terkait isu beberapa kader yang di pecat.

Isu tersebut sempat membuat para kader melakukan aksi solidaritas berupa mogok hingga rencana pengunduran diri.

Eri Cahyadi menegaskan bahwa tidak ada pemecatan para kader.

“Apakah saya pernah ngomong memecat Bumantik, Saya tahu, tapi saya diam saja,” kata Eri. (02/03/2022).

Awalnya, Surabaya memiliki kader Ibu Pemantau Jentik nyamuk (Bumantik), kader lingkungan, kader posyandu, hingga kader lainnya. Total, jumlah kader ini mencapai 48 ribu orang.

Eri juga menjelaskan bahws Ia tak ingin membedakan para kader. Oleh karena inilah, pihaknya menggabungkan kerja para kader dan ternyata pembagian tugas selama ini membuat persaingan antar kelompok kader.


“Sekarang waktunya kolaborasi, bukan lagi persaingan. Kami ingin mewujudkan semangat gotong royong sebab tanpa kerjasama Surabaya tak mungkin bisa seperti ini,” katanya.

Sehingga para kader akan dibuat beberapa kelompok kecil berjumlah 3 hingga 4 orang dalam lingkup RT dan salah satu akan ditetapkan sebagai koordinator. Sehingga koordinator inilah yang nantinya akan bertanggungjawab terhadap isu tertentu.


Koordinator nantinya memiliki anggota para kader yang telah bertugas sebelumnya.

“Mereka yang selama ini bertugas, bahkan bagi yang masih berpendidikan SD, tidak berijazah dan sudah lanjut usia (lansia) pun masih bisa menjadi anggota,” katanya.

Sekalipun demikian, besaran insentif yang diterima koordinator maupun kader sama, yakni Rp 400 ribu.

“Ini bukan gaji tapi apresiasi dari pemerintah kepada kader atas peran yang selama ini telah dilaksanakan dengan hati,” katanya.

“Saya sudah lama di Pemkot Surabaya sehingga saya tahu jasa besar Panjenengan (Anda) semua. Jadi, tidak benar kalau kemudian saya ingin memutus para kader, termasuk yang tidak berijazah, ijazah SD, atau bahkan lansia,” tegasnya.

Disinggung masalah belum cairnya insentif para kader di dua bulan awal tahun ini.

Eri menjelaskan bahwa keterlambatan pencairan ini karena menunggu anggaran dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masuk.


Setelah uang hasil dari PAD masuk, insentif akan diberikan.
Bahkan, insentif untuk bulan berikutnya bakal berjalan lancar.

“Untuk pencairan insentif Januari-Februari, turun sebelum 10 Maret 2022. Insentifnya Rp 400 ribu,” kata Cak Eri.


Terakhir, Eri berterimakasih atas jasa para kader selama ini, karena Kota Surabaya tak akan hebat tanpa jasa besar para kader.

“Panjenengan tidak perlu meminta hak. Sebab, itu semua sudah kewajiban pemerintah memberikan apresiasi kepada para kader – kader yang hebat ini. Sekali lagi, kami sampaikan terimakasih,” katanya.




Penulis : red

×
Berita Terbaru Update