Surabaya Pos | Surabaya - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, warga RW 06 Kelurahan Siwalankerto Selatan, Surabaya, menggelar tradisi Megengan atau nyekar pada Minggu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan kebersamaan sebagai bentuk persiapan spiritual memasuki bulan puasa.
Sejak pukul 06.30 WIB, warga mulai berdatangan ke area makam setempat dengan membawa peralatan kebersihan seperti sapu, cangkul, sabit, dan kantong sampah. Kaum bapak, ibu-ibu, hingga para pemuda tampak bergotong royong membersihkan rumput liar, menyapu dedaunan kering, serta merapikan area pemakaman agar terlihat bersih dan tertata.
Tradisi Megengan sendiri merupakan budaya turun-temurun masyarakat Jawa yang biasa dilaksanakan menjelang Ramadan. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi diri agar dapat memasuki bulan suci dengan hati yang bersih dan niat yang tulus.
Ketua panitia kegiatan, Hepiyanto, SHI., MHI., MM., menyampaikan bahwa Megengan menjadi agenda rutin RW 06 setiap tahun. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai sosial dan spiritual yang kuat bagi masyarakat.
“Kegiatan ini kami adakan untuk memperkuat silaturahmi antarwarga RW 06. Selain itu, momentum menjelang bulan puasa ini kami manfaatkan untuk bersama-sama mengirim doa kepada para ahli kubur agar amal ibadah mereka diterima dan diampuni segala khilafnya,” ujar Hepiyanto.
Setelah kegiatan bersih-bersih makam selesai, warga berkumpul untuk mengikuti pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Suasana khidmat terasa saat lantunan doa dipanjatkan, memohon keberkahan, kesehatan, dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa.
Kegiatan yang diadakan oleh RW 06 Siwalankerto Selatan ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antarwarga. Banyak warga yang memanfaatkan momen tersebut untuk saling bermaafan serta berbincang hangat setelah kegiatan selesai.
Warga berharap tradisi Megengan ini dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus sarana memperkuat persaudaraan. Dengan lingkungan makam yang bersih dan doa yang telah dipanjatkan, masyarakat RW 06 optimistis menyambut Ramadan dengan semangat baru, hati yang lapang, serta kebersamaan yang semakin erat.


