• Jelajahi

    Copyright © Surabaya Pos : Situs Berita Terkini, Berita Hari ini, dan Terpercaya. Indonesia dan Dunia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    BMKG Maritim Tanjung Perak Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Jatim

    Redaksi
    06/10/2026, 15.20 WIB Last Updated 2026-10-06T08:20:25Z



    SURABAYA, SURABAYAPOS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Jawa Timur.


    Peringatan tersebut berlaku mulai Selasa, 6 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB hingga Jumat, 9 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB.


    Dalam periode tersebut, gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Jawa Timur. Sementara gelombang lebih tinggi, mencapai 2,5 hingga 4 meter, diprakirakan terjadi di beberapa perairan selatan Jawa Timur.


    Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, Puteri Permata Sani, mengatakan wilayah yang berpotensi mengalami gelombang 1,25 hingga 2,5 meter antara lain Perairan Banyuwangi, Jember, Lumajang, bagian selatan Kepulauan Kangean, bagian selatan Kepulauan Sapudi, wilayah timur Situbondo, bagian utara Gresik, serta Perairan Utara Bangkalan.


    Sementara itu, potensi gelombang lebih tinggi, yakni 2,5 hingga 4 meter, diprakirakan terjadi di Perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, dan Malang.


    Angin hingga 28 Knot


    Selain gelombang tinggi, kondisi angin di wilayah perairan Jawa Timur juga perlu menjadi perhatian.


    BMKG memperkirakan angin secara umum bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 8 hingga 28 knot.


    Kondisi cuaca di wilayah perairan Jawa Timur secara umum diprakirakan cerah berawan. Namun, kombinasi antara kecepatan angin dan ketinggian gelombang tetap berpotensi meningkatkan risiko bagi aktivitas pelayaran.


    BMKG mengingatkan bahwa perahu nelayan mulai berisiko ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter.


    Untuk kapal tongkang, risiko meningkat ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.


    Sedangkan kapal feri perlu meningkatkan kewaspadaan ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.


    Nelayan dan Operator Kapal Diminta Waspada


    BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, serta masyarakat yang menggunakan transportasi laut untuk tidak mengabaikan perkembangan informasi cuaca maritim.


    Kondisi gelombang dan angin perlu menjadi pertimbangan sebelum menentukan waktu keberangkatan maupun rute pelayaran.


    Masyarakat juga diminta terus memantau informasi terbaru dari BMKG selama periode potensi gelombang tinggi berlangsung.


    Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan seluruh pengguna jasa transportasi laut di perairan Jawa Timur.

    Komentar

    Tampilkan

    TERKINI