• Jelajahi

    Copyright © Surabaya Pos : Situs Berita Terkini, Berita Hari ini, dan Terpercaya. Indonesia dan Dunia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Eri Cahyadi Tegur Keras Jajaran Dishub Surabaya, Jukir Liar dan Parkir Dua Lajur Jadi Sorotan

    Redaksi
    19/10/2026, 01.20 WIB Last Updated 2026-10-18T18:20:44Z



     Surabaya Pos | SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegur keras jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya setelah menerima laporan dugaan pelanggaran parkir dan keberadaan juru parkir (jukir) liar di kawasan Ampel dan Blauran.


    Eri memanggil Kepala Dishub Surabaya, Kepala UPTD Parkir, serta Kepala Bidang Pengawasan untuk meminta penjelasan sekaligus mengevaluasi pengawasan dan penertiban parkir di kedua kawasan tersebut.


    Teguran itu muncul karena petugas Dishub yang berada di lapangan dinilai tidak mengambil tindakan tegas meskipun diduga terdapat pelanggaran parkir di lokasi.


    Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Eri mempertanyakan fungsi pengawasan petugas yang hanya berdiri di lokasi, tetapi dinilai membiarkan keberadaan jukir liar.


    “Terus petugas yang berjaga itu sebenarnya mengawasi atau tidak? Ternyata ada jukir liar, tetapi petugas hanya diam. Mereka ke mana?” demikian inti teguran Eri dalam video tersebut.


    Jukir Diduga Memungut Tarif Rp5.000 Secara Tunai


    Berdasarkan laporan yang diterima, sejumlah dugaan pelanggaran ditemukan di kawasan Ampel dan Blauran. Di antaranya, jukir yang diduga memungut tarif parkir sebesar Rp5.000 secara tunai tanpa menggunakan sistem pembayaran QRIS.


    Selain itu, terdapat kendaraan yang diparkir hingga dua lajur, padahal rambu di lokasi disebut hanya memperbolehkan parkir satu lajur.


    Eri mempertanyakan keberadaan petugas Dishub yang berjaga di lokasi, tetapi dugaan pelanggaran tersebut masih terjadi.


    Menurutnya, pengawasan tidak cukup hanya dengan menempatkan petugas di lapangan. Petugas juga harus berani bertindak apabila menemukan pelanggaran serta memastikan pengelolaan parkir berjalan sesuai ketentuan.


    Minta Petugas yang Tidak Profesional Diganti


    Eri meminta jajaran Dishub melakukan evaluasi terhadap petugas yang dinilai tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Ia bahkan meminta agar petugas yang tidak mampu bekerja secara optimal diganti dengan personel lain yang lebih bertanggung jawab.


    “Ganti semua petugasnya, cari yang benar-benar bisa bekerja. Kalau seperti ini, kita juga lelah,” demikian pernyataan Eri dalam video yang diunggahnya.


    Ia juga menyampaikan bahwa warga Surabaya dapat dipertimbangkan untuk mengisi posisi tersebut. Menurutnya, warga setempat membutuhkan lapangan pekerjaan dan memiliki potensi untuk ikut menjaga ketertiban kota.


    Eri menegaskan, persoalan tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi Dishub Surabaya agar kejadian serupa tidak terus berulang.


    Pengawasan Parkir Harus Berjalan Nyata


    Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap praktik parkir di Kota Surabaya, khususnya terkait keberadaan jukir liar, kepatuhan terhadap rambu parkir, dan transparansi pembayaran.


    Penempatan petugas di lapangan semestinya diikuti dengan tindakan nyata untuk mencegah pelanggaran. Evaluasi internal juga diperlukan agar pengawasan berjalan efektif dan masyarakat mendapatkan pelayanan parkir yang tertib.


    Hingga informasi dalam pemberitaan sumber tersebut disampaikan, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai hasil evaluasi Dishub Surabaya ataupun sanksi yang akan diberikan kepada petugas terkait.


    Komentar

    Tampilkan

    TERKINI