Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, KH Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran Forkopimda Jatim.
Dalam kesempatan itu, Suyudi menyampaikan bahwa kunjungannya ke Polda Jatim tidak hanya untuk menjalin silaturahmi, tetapi juga memohon doa dan dukungan para ulama serta pemangku kepentingan dalam menjalankan tugas kepolisian.
Menurutnya, dukungan para kiai, ulama, dan sesepuh diperlukan agar Polri dapat menjalankan tugas secara optimal, khususnya dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.
“Saya berkunjung ke Polda Jawa Timur tentunya dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi bersama ulama, para kiai, para sesepuh, dan juga jajaran Forkopimda Polda Jawa Timur,” ujar Suyudi.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendorong pelaksanaan tugas kepolisian yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, termasuk dalam penegakan hukum yang berkeadilan.
Suyudi mengingatkan seluruh jajaran Polda Jatim bahwa keberadaan Polri tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Karena itu, setiap anggota kepolisian diharapkan menjalankan tugas dengan tulus dan mengutamakan pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Kita menyadari bahwa polisi berasal dari masyarakat, kita lahir untuk masyarakat, kita bekerja dengan tulus untuk masyarakat dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara, khususnya di Jawa Timur,” tuturnya.
Selain menyampaikan arahan kepada jajaran kepolisian, Kapolri juga menyoroti pentingnya keterbukaan institusi terhadap kritik dan masukan dari masyarakat maupun media.
Ia berharap media dapat menyampaikan informasi secara cepat dan konstruktif sekaligus menjadi mitra dalam mendorong perbaikan pelayanan kepolisian.
Menurut Suyudi, kritik terhadap kinerja kepolisian perlu diterima sebagai bahan evaluasi apabila masih terdapat pelayanan yang belum berjalan maksimal.
“Kalaupun ada hal-hal yang dirasa menjadi sebuah gangguan ataupun juga hal-hal yang kurang maksimal dalam pelayanan kita, berikan masukan dan saran agar kita bisa lebih baik lagi ke depannya,” ujarnya.
Melalui pertemuan tersebut, diharapkan komunikasi antara kepolisian, ulama, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat. Sinergi berbagai pihak dinilai penting untuk mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat serta mendorong pelayanan kepolisian yang semakin baik di Jawa Timur.



