Surabayapos.com - Setelah menyandang gelar Kampung Edukasi Sampah, Kampung Bersih dan Indah, dan pemenang Lomba Siskamling se-Kabupaten Sidoarjo, kini RT.23 RW.07 Kelurahan Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo, itu kembali dinobatkan sebagai pilot project ‘Kampung Bebas Narkoba’ oleh Polresta Sidoarjo.
Jalan sehat berkeliling wilayah Sekardangan dengan diiringi musik patrol dan membawa mock up berisi himbauan tentang bahaya narkoba dan ajakan hidup sehat. Kemudian dilanjutkan penandatanganan komitmen warga untuk ikut mendukung wilayahnya menjadi Kampung Bebas Narkoba.
Edi Priyanto, Ketua RT.23 RW.07 Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo ditengah kegiatan jalan sehat dan senam bersama mengatakan bahwa warganya sangat antusias dan menyambut positif ajakan Polresta Sidoarjo untuk menciptakan Kampung Bebas Narkoba di wilayahnya.
“Warga kami menyadari harus ada upaya dan langkah nyata untuk ikut serta dalam pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba dengan mendukung Polresta Sidoarjo menjadikan lingkungan kami sebagai pilot project kampung bebas narkoba di Sidoarjo,” ujar Edi.
Penunjukan RT.23 RW.07 Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo sebagai pilot project Kampung Bebas Narkoba tidak dilakukan dengan tiba-tiba, namun melalui proses seleksi dan beberapa pertimbangan. Salah satunya hal yang menonjol karena wilayah tersebut merupakan daerah yang bebas dari permasalahan dan kasus peredaran narkoba. Selain itu, wilayah tersebut pada tahun 2018 lalu menjadi juara pertama Lomba Siskamling se-Kabupaten Sidoarjo. Dan, saat ini menjadi role model pengelolaan sampah yang dikenal dengan “Kampung Edukasi Sampah” di Sidoarjo.
Sebelumnya, Polresta Sidoarjo melakukan survey dan wawancara kepada masyarakat, dan ternyata semua warga mendukung positif, selanjutnya Polresta Sidoarjo melakukan pendampingan untuk mewujudkan Kampung Bebas Narkoba.
Mewujudkan Kampung Bebas Narkoba diawali dengan rapat koordinasi melibatkan para warga RT.23, Pengurus RT, Pengurus RW, Lurah Sekardangan, Camat Sidoarjo, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Pelaksanaan penyuluhan dan sosialisasi tentang bahaya narkoba dilakukan secara berkala setiap minggu, dengan melibatkan anak-anak, remaja, karang taruna (millennial) juga para orang tua di lingkungan Kelurahan Sekardangan. Termasuk, dilakukan tes urine kepada seluruh warganya.
“Alhamdulillah, hasil pemeriksaan secara keseluruhan dinyatakan negatif,” tambah Edi.
Tak hanya itu, guna memupuk kebersamaan dan kedekatan antara polisi dengan warga, Wakapolresta Sidoarjo, AKBP M. Anggi Naulifar Siregar, SIK, MSi beserta jajarannya pada 15 Maret 2019 melakukan kegiatan safari sholat subuh berjamaah bersama warga Sekardangan, dilanjutkan sarapan bersama.
Tak hanya itu, guna memupuk kebersamaan dan kedekatan antara polisi dengan warga, Wakapolresta Sidoarjo, AKBP M. Anggi Naulifar Siregar, SIK, MSi beserta jajarannya pada 15 Maret 2019 melakukan kegiatan safari sholat subuh berjamaah bersama warga Sekardangan, dilanjutkan sarapan bersama.
Sebagai bentuk dukungan dan motivasi kepada warga di lingkungan itu sebagai pilot project Kampung Bebas Narkoba, setelah kegiatan Safari sholat subuh berjamaah yang diselenggarakan secara rutin di lingkungan Polresta Sidoarjo, Wakapolresta Sidoarjo melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung lokasi pilot project Kampung Bebas Narkoba.
Diagendakan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, SH, SIK, MSi dan Bupati Sidoarjo H. Saiful Illah akan ikut hadir menyaksikan deklarasi Kampung Bebas Narkoba di Sidoarjo tersebut.
Beberapa kegiatan positif yang dilakukan dalam keluarga maupun melalui lingkungan rumah warga RT.23 Sekardangan tersebut diyakini mampu mengeliminir meluasnya peredaran dan pengaruh narkoba.
“Selain dengan edukasi berupa sosialisasi dan penyuluhan menggunakan beberapa media publikasi, juga dilakukan penggalakan aktivitas fisik dan interaksi sosial dengan permainan tradisional seperti gobak sodor, boi-boian, engklek, ular tangga serta olahraga seperti, sepakbola, bulutangkis, yang merupakan kegiatan positif dan menarik minat mereka,” pungkas Edi.dji




