Notification

×

Iklan

Iklan


Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Aman, Gubernur Jatim Blusukan ke Pasar

24/12/2019 | Desember 24, 2019 WIB | Dibaca: 0 kali Last Updated 2019-12-24T10:53:17Z
    Bagikan
SurabayaPos.com / Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa blusukan ke sejumlah pasar di Surabaya, itu untuk mengetahui ketersediaan bahan pangan termasuk ada tidaknya lonjakan harga jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Selasa (24/12/2019). 


Pasar yang didatangi adalah Pasar Tambakrejo Surabaya dan Pasar Larangan di Sidoarjo. Di pasar tersebut, Khofifah mengecek langsung ketersediaan barang termasuk juga bertanya-tanya seputar harga sejumlah bahan pokok, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Pukul 07.30 WIB, Gubernur Khofifah tiba di Pasar Tambakrejo, kemudian dilanjutkan mendatangi Pasar Larangan Sidoarjo.

Khofifah mengatakan, hingga saat ini ketersediaan bahan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru, aman.

"Pertama, kita melihat secara umum sesungguhnya pertama yang penting stok aman. Kedua, sebagian besar untuk harga bahan pokok aman dan stabil," kata khofifah di Pasar Tambakrejo Surabaya.

Dengan adanya kenaikan harga bahan pokok, untuk beberapa kategori seperti telur dan bawang merah dikatakan kenaikannya belum cukup drastis. 

"Yang banyak mereka jual disini adalah dari Nganjuk 35 ribu per kilo. Biasanya 25 ribu yang dari Nganjuk, yang Probolinggo 30 ribu. Sekarang yang 35 Nganjuk dan 40 ribu Probolinggo," jelasnya.

Kenaikan serupa juga terjadi pada telur ayam yakni mencapai seribu sampai dua ribu perkilo, tergantung dari kualitas. Diikuti dengan beras dengan kualitas medium mengalami kenaikan seribu perkilonya. Berbeda dengan bawang putih sampai hari ini justru mengalami penurunan harga, begitupun dengan cabe rawit maupun cabe merah juga mengalami penurunan harga.

"Bahwa ketika menghadapi pit system liburan natal dan liburan tahun baru rasanya untuk kenaikan beras 1 ribu untuk beras medium kemudian 1 sampai 2 ribu untuk kenaikan telur tertentu. Itu masih dalam koridor yang bisa di tolelir," tandasnya.

Termasuk dengan kebutuhan stok daging dan harganya yang relatif mengalami kestabilan.

"Khusus untuk daging, posisi harga stabil, varian-varian kualitas daging tetap pada posisi harga yang stabil," pungkasnya.(tji)
×
Berita Terbaru Update