Notification

×

Iklan

Iklan

Ning Lia Sebut Proses Politik Adalah Optimis dan Tawakkal

13/01/2020 | Januari 13, 2020 WIB | Dibaca: 0 kali Last Updated 2020-01-13T07:57:25Z
    Bagikan
SurabayaPos.com | Surabaya - Lia Istifhama saat hadir di Pondok Pesantren Suryalaya, mengatakan bahwa proses politik termasuk yang dilakoninya sejatinya dan yang menjadi kunci penting adalah optimis dan tawakkal. 


"Sejatinya, semua proses politik termasuk yang saya lakoni hingga saat ini, yang menjadi kunci penting adalah optimisme dan tawakkal," kata Ning Lia di Ponpes Suryalaya, Surabaya. Minggu (12/1/2020).

Di acara Manaqib Sulthon Syeh Abdul Qadir Jailani di pondok pesantren itu, setelah pengasuh Ponpes Suryalaya, KH. Ali Hanafiyah Akbar menyampaikan tauziah, Lia juga berkesempatan ta’aruf kepada 2500 jamaah yang hadir.

“Maturnuwun atas kesempatannya dan ini merupakan kesempatan besar bagi saya saget bergabung bersama panjenengan sekalian sebagai keluarga besar Ponpes Suryalaya,” ucap Ning Lia.

Di depan jamaah, Ning Lia menguraikan perjalanannya. Dikatakan, selain sebagai bakal calon yang akan maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Surabaya. Disebutkan, langkah kakinya adalah bagian proses politik yang bisa terjadi pada siapapun.

“Sebagaimana prinsip Subbanul Yaum Rijalul Ghod, bahwa siapa pun harus siap jadi pemimpin jikalau menerima suatu amanah, terlepas dari ketidaksempurnaan diri dan semoga putra putri panjenengan sekalian juga menjadi calon pemimpin, kepemimpinan bukan hanya dalam aspek politik, melainkan bisa aspek yang lain. Yang terpenting, politik harus disikapi dengan “otak,” yaitu optimis dan tawakkal. Bukan otot karena otot akan menjadikan seseorang ngotot, termasuk untuk mengejar jabatan," urainya. 

Lanjutnya, dengan tawakkal, apapun yang dihadapi, harus kembali berserah diri pada Allah SWT. 

"Ini yang juga saya pelajari dari Kiai Ali Hanafiyah,” ujar putri KH. Masykur Hasyim, mantan anggota DPRD Kota Surabaya tersebut 

Sebelumnya, KH. Ali Hanafiyah akbar juga menjelaskan, bahwa pemimpin yang baik harus didukung. Kategori pemimpin yang baik adalah yang memiliki hablum minallah yang baik, yaitu yang bisa bertasawuf.

“Pemimpin yang baik harus memiliki iman yang baik, yang setiap nafasnya adalah ucapan lafadz Allah dalam hati,” ujar KH Ali.(tji)

×
Berita Terbaru Update