Notification

×

Iklan

Iklan


Naikkan Karcis Lapak dan Parkir, Budi: Buat Bayar Hutang Pasar Semolowaru di Pemkot Surabaya

24/03/2021 | Maret 24, 2021 WIB | Dibaca: 0 kali Last Updated 2021-06-28T11:22:29Z
    Bagikan

Surabaya Post, - Tarikan restribusi pasar Semolowaru Surabaya di protes pedagang karena adanya kenaikan karcis parkir dan stand yang mencekik. Pasalnya tarikan restribusi iuran pasar mulai dari restribusi stand atau lapak dan karcis parkiran banyak warga Semolowaru mengeluh keberatan atas adanya kenaikan karcis.


Hal itu dibenarkan oleh Jhon pedagang pasar Semolowaru, "Benar mas tarikan retribusi parkir dan stand pasar sangat mahal, hingga mencekik para pedagang, kami semua keberatan tapi gimana lagi gak ada yang menolong pedagang, ya harapan kami pedagang ada yang membantu supaya tarifnya diturunkan," kata John saat dimintai keterangan oleh wartawan di lokasi pasar Semolowaru. Rabu, (24/3/2021).


Masih kata John, "Saya orang lama saya tidak mau restribusi pasar ini buat kepentingan semata, hanya untuk memperkaya diri. Kalau memang ada penyelewengan dana restribusi karcis pasar maupun lahan parkir yang di mark up harganya kita bisa melaporkan pungli ke yang berwenang. Atau pihak berwajib kalau memang ada indikasi pungli dari pihak pengelola pasar Semolowaru,  karena itu diluar dari pihak pengelolaan kelurahan Semolowaru," tambahnya.


Saat di konfirmasi wartawan, Budi selaku pengelola pasar mengatakan, "ini pasar Semolowaru banyak hutangnya mas ke pemkot tarikan memang saya yang buat, mulai tarikan ponten, lahan parkir dan stand pasar. Semua saya yang perintah kan mas, biar bisa bayar hutang ke Pemkot Surabaya," kata Budi selaku pengelola pasar Semolowaru ke wartawan.

Sementara saat wartawan hubungi via telpon ke Lurah Semolowaru menanyakan bagaimana kondisi nasib pasar itu kalau dikelola tidak benar, "Itu tanggung jawab pak budi warga Semolowaro Elok  sebagai pengelolanya padahal masa jabatan pak budi sudah habis sebagai ketua LKMK, kok masih dengan leluasa ada tarikan restribusi pasar yang diluar kewenangannya, ngawur itu," tutur Warti selaku Lurah Semolowaru.


Saat dipantau dilokasi pasar adanya dampak para pembeli atau orang belanja takut parkir di halaman pasar Semolowaru untuk menghindari parkir sepeda motor yang mahal, agar tidak dikenakan parkir hingga sampai di taruh di jalan jalan. (ref)


Sumber: Liputan Indonesia



×
Berita Terbaru Update