Notification

×

Iklan

Iklan

Viral Lelaki Berbaju TNI Singgung Habib Bahar, "Jangan Beraninya Sama Ojek"

20/12/2021 | Desember 20, 2021 WIB | Dibaca: 0 kali Last Updated 2021-12-20T06:37:43Z
    Bagikan

Jakarta
 - 

Habib Bahar bin Smith menyindir KSAD Jenderal Dudung Abdurachman dalam ceramahnya. Atas viralnya video tersebut, kini muncul video beberapa orang berseragam TNI mencari Habib Bahar karena dinilai sebagai provokator umat Islam yang menghubungkan antara Semeru dan baliho.


Sejumlah media sosial Twitter dan YouTube, ada beberapa video viral yang memperlihatkan sejumlah orang menggunakan seragam TNI mengaku mencari Habib Bahar terkait video viral tersebut. Sebab, video tersebut dinilai memprovokasi umat Islam. Selain itu, para anggota TNI tersebut mempertanyakan hubungan kegiatan penurunan baliho dengan Semeru, padahal Jenderal Dudung telah meninjau Semeru.

"Assalamualaikum Bib, saya muslim, kamu juga muslim, Anda sebagai ulama tapi menghina sesama manusia, khususnya TNI. Apa hubungannya Semeru dengan baliho? Jangan hanya bisanya menghasut provokasi umat muslim, membenturkan TNI dan rakyat, saya cari kamu, Bib," ujar seseorang menggunakan seragam TNI, dikutip dari YouTube Rakyat Jelata, Senin (20/12/2021).

Seperti yang terekam dalam video yang diunggah oleh akun Twitter @bambangmulyono2, yang dikutip pada Ahad (19/12/2021).

“Hei Bahar, kamu jangan sok jagoan kamu lawan pimpinan saya. Kamu cuma bisanya provokator saja kamu tuh. Kalau kamu jago, sini lawan saya” kata pria itu sambil menunjuk pangkatnya Kopral Satu atau Koptu.

Pria itu mengatakan, dirinya sudah memberikan yang terbaik kepada negara. Sementara Bahar hanya bisa provokator.

Sementara itu, pada video lainnya, pria berseragam TNI lainnya juga meminta Habib Bahar tidak memprovokasi TNI dengan umat muslim. Ia juga mempertanyakan hubungan Semeru dengan kegiatan penurunan baliho oleh pimpinannya.

"Assalamualaikum, ente muslim, kita Tentara Nasional Indonesia banyak yang muslim juga. Jangan kamu memprovokasi orang muslim se-Indonesia. Kamu dengan atas nama ini jelek-jelekin baliho pimpinan kami, maksudmu apa? Hubunganmu apa baliho dengan Semeru, kamu tahu nggak matamu nggak melihat kita semua banting tulang di Semeru, kamu asal ngomong, kamu jelekin pimpinan kami berarti kamu jelekin kami semua prajurit TNI, kamu lihat kita semua cari kau, kalau sudah dicari sama TNI paling juga kamu sudah nangis. Jangan cuma kamu beraninya gebukin tukang ojek, santri, jelas!" kata pria berseragam TNI.

Ada pula video lain anggota TNI yang menantang Habib Bahar dan ingin mencari Habib Bahar. Anggota TNI tersebut meminta Habib Bahar tidak memprovokasi.

"Jangan kamu bisanya cuma provokator aja kamu itu," ujar pria berseragam TNI.

Namun belum diketahui identitas anggota TNI tersebut. Adapun redaksi detikcom telah mencoba menghubungi Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jenderal TNI Tatang Subarna, terkait sejumlah video pria berseragam TNI tersebut. Akan tetapi, Brigjen TNI Tatang belum memberikan respons.

Sebelumnya, Habib Bahar bin Smith menyindir KSAD Jenderal Dudung Abdurachman dalam ceramahnya. Video ceramah itu pun viral di media sosial.

Dalam video tersebut, tampak Habib Bahar mempertanyakan dedikasi orang nomor satu di TNI Angkatan Darat itu sewaktu terjadi erupsi Gunung Semeru. Dia menilai Jenderal Dudung tidak turut serta membantu masyarakat yang tertimpa bencana.


Mana yang kemarin nurunin balihonya Habib Rizieq? Mana jenderal baliho mana yang kemarin nurunin baliho Habib Rizieq? Yang kemarin ngomong bubarkan saja FPI, mana kok nggak keliatan di Semeru? Mana!!! Dudung, Dudung...," ujar Habib Bahar dalam sebuah video yang dilihat detikcom, Minggu (19/12/2021).

Habib Bahar tampak kesal dan tidak terima dengan pendapat Jenderal Dudung yang menjadikan OPM sebagai saudara. Alasannya, kepada FPI, Jenderal Dudung seolah begitu garang.

"Giliran sama ormas Islam galak. Sama OPM yang jelas-jelas teroris, separatis 'itu saudara kita', 'mereka saudara kita, harus kita rangkul'. Eh kemarin Mahfud Md langsung ngomong depan dia, 'OPM bukan saudara kita,'" kata Habib Bahar.


Sumber: detikcom


×
Berita Terbaru Update