Surabaya Pos | BANYUWANGI – Libur Idulfitri 1447 Hijriah menempatkan Banyuwangi sebagai salah satu titik krusial arus mudik dan balik di Jawa Timur. Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat, sebanyak 1.030 personel gabungan disiagakan selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam operasi pengamanan nasional yang berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus pada pengamanan ibadah, arus lalu lintas, serta antisipasi gangguan kamtibmas termasuk ancaman terorisme.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan 330 personel gabungan serta 700 personel dari jajaran Polsek yang disebar di seluruh wilayah kecamatan.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat beribadah dan merayakan Idulfitri dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan,” ujar Rofiq, Sabtu (21/3/2026).
Fokus Pengamanan: Jalur Strategis hingga Rumah Kosong
Pengamanan difokuskan pada sejumlah titik vital, di antaranya:
Jalur utama mudik lintas selatan (Kumitir)
Jalur pantura Situbondo–Banyuwangi
Pelabuhan Ketapang sebagai akses penyeberangan ke Gilimanuk
Tempat ibadah dan pusat keramaian
Objek wisata dan pusat perbelanjaan
Selain itu, patroli juga dilakukan terhadap rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemudik guna mencegah tindak kriminalitas.
Rofiq menyebut, hingga saat ini arus mudik terpantau relatif lancar tanpa kemacetan signifikan di jalur-jalur krusial.
Antisipasi Arus Balik dan Kemacetan
Menghadapi puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026, Polresta Banyuwangi telah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk:
Pengaturan lalu lintas secara intensif
Operasi skala besar dan patroli masif
Penyediaan 16 titik kantong parkir
Masyarakat juga diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang guna menghindari kepadatan lalu lintas.
“Kami hadir untuk memastikan mobilitas masyarakat selama Lebaran berjalan lancar, termasuk mudik lokal agar tidak terkendala kemacetan,” tegas Rofiq.
Imbauan: Takbiran Tetap Kondusif
Dalam momentum malam takbiran, masyarakat diimbau untuk merayakan secara sederhana dan khidmat, cukup di lingkungan masjid dan musala guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.


