Hampir seperlima dari konsumsi minyak global mengalir melewati Selat Hormuz per hari, yang berada di antara Iran dan Oman.
Hampir seperlima dari konsumsi minyak global mengalir melewati Selat Hormuz per hari, yang berada di antara Iran dan Oman.
Seorang komandan senior Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan pada Senin bahwa Selat Hormuz telah ditutup dan Iran akan menyerang kapal manapun yang mencoba melintas, dilaporkan dari media Iran.
Pernyataan ini menjadi peringatan terbuka Iran sejak mengumumkan akan menutup rapat rute ekspor global itu pada Sabtu. Langkah ini akan mencekik seperlima aliran minyak global dan memicu lonjakan harga minyak mentah.
“Selat (Hormuz) ditutup. Jika ada yang mencoba melewatinya, para pahlawan Garda Revolusi dan angkatan laut reguler akan membakar membakar kapal-kapal itu,” kata Ebrahim Jabbari, seorang penasihat senior panglima tertinggi IRGC dalam sambutan yang disiarkan oleh media pemerintah, seperti yang dikutip dari CNA.
Selat ini ini menjadi jalur utama ekspor minyak paling vital di dunia, yang menghubungkan produsen minyak Teluk terbesar, seperti Arab Saudi, Iran, Irak dan Uni Emirat Arab dengan Teluk Oman dan Laut Arab. (Red)


