Notification

×

Iklan

Iklan

Dugaan Intimidasi Bersenjata di Ruang Kepala Sekolah SMKN 12 Surabaya Jadi Sorotan, Pihak Sekolah Bantah Keras

23/04/2026 | 22.06 WIB | Dibaca: 0 kali Last Updated 2026-04-23T15:06:18Z
    Bagikan


Surabaya Pos | Surabaya – Dugaan adanya intimidasi yang melibatkan senjata api di lingkungan SMKN 12 Surabaya, khususnya yang disebut terjadi di ruang kepala sekolah, sempat menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di Surabaya (23/4).


Informasi tersebut memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat setelah sebelumnya beredar pemberitaan dari salah satu media yang mengangkat dugaan insiden tersebut. Dalam pemberitaan itu, disebutkan adanya keterangan dari seorang petugas bernama Purwanto yang dikutip membenarkan adanya peristiwa tersebut.


Namun, saat ini tautan berita tersebut diketahui sudah tidak dapat diakses dan menampilkan halaman 404/error, sehingga menimbulkan pertanyaan publik lantaran belum ditemukan adanya klarifikasi resmi terkait hilangnya pemberitaan tersebut.


Menindaklanjuti informasi yang berkembang agar tidak menjadi simpang siur, BeritaWarga.net bersama tim media lainnya mendatangi langsung SMKN 12 Surabaya untuk melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah.


Setibanya di lokasi, tim media terlebih dahulu menemui petugas keamanan sekolah dan menanyakan keberadaan kepala sekolah. Namun, menurut petugas keamanan, kepala sekolah sedang berada di luar karena menghadiri kegiatan dinas.


"Bapak kepala sekolah sedang ada kegiatan di luar, Mas," ujar petugas keamanan kepada tim media Kamis (23/4).


Tim kemudian meminta untuk bertemu pihak humas sekolah guna memperoleh penjelasan resmi. Petugas keamanan mengarahkan tim menuju ruang humas, namun setibanya di lokasi, tim kembali mendapat informasi bahwa pihak humas juga sedang berada di luar kantor karena menghadiri agenda lain.


Karena belum mendapatkan pihak yang bisa memberikan keterangan resmi, tim media meminta izin kepada salah satu staf perempuan di ruangan tersebut untuk memperoleh nomor kontak kepala sekolah maupun humas agar komunikasi dapat dilakukan secara langsung.


Staf tersebut sempat masuk ke dalam ruangan dan beberapa saat kemudian kembali keluar sambil menyampaikan pesan dari pihak humas agar tim media menunggu.

"Katanya dari humas, ditunggu dulu ya, Mas," ujar staf tersebut.


Setelah menunggu beberapa menit, tim media akhirnya dipersilakan masuk ke sebuah ruangan untuk melakukan pertemuan. Namun, pihak yang menemui tim media bukan kepala sekolah maupun humas, melainkan Wakil SDM SMKN 12 Surabaya bernama Pak Mardi.


Dalam kesempatan tersebut, tim media langsung menanyakan kebenaran isu yang beredar.


"Benarkah telah terjadi dugaan intimidasi dengan membawa senjata api di ruang kepala sekolah SMKN 12 Surabaya? Dan siapa saja pihak yang terlibat dalam insiden tersebut?" tanya tim media.


Menanggapi hal itu, Pak Mardi secara tegas membantah adanya peristiwa intimidasi sebagaimana yang ramai diberitakan sebelumnya.


"Tidak benar, Mas. SMKN 12 aman-aman saja, Mas," tegas Pak Mardi.


Ia juga menyampaikan bahwa dirinya mengetahui kabar tersebut justru dari informasi yang diterima melalui Kepala Dinas.


"Yang saya tahu, berita itu dari Pak Kadis, Mas. Tapi berita itu tidak benar. Makanya sekarang sudah tidak ada gejolak. Sampean lihat sendiri sekarang, ada nggak beritanya sekarang?" ujarnya.


Meski demikian, Pak Mardi menilai polemik pemberitaan tersebut juga membawa sisi positif bagi sekolah.


"Tapi ada hikmahnya juga, Mas. Akhirnya sekolah ini jadi diperhatikan," tambahnya.


Pernyataan tersebut menjadi klarifikasi dari pihak internal sekolah terkait isu yang sempat menjadi perhatian publik.

Meski telah dibantah pihak sekolah, masyarakat tetap berharap adanya transparansi penuh agar tidak muncul asumsi liar yang dapat merugikan nama baik institusi pendidikan maupun pihak-pihak terkait.


Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap informasi yang menyangkut dugaan intimidasi dan senjata api di lingkungan pendidikan harus ditangani secara serius, profesional, dan terbuka agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.