Surabaya Pos |Sidoarjo – Kerusakan Jalan Raya Lingkar Timur Sidoarjo kembali memakan korban jiwa. Peristiwa tragis tersebut langsung mendapat perhatian Bupati Sidoarjo, Subandi, yang menyampaikan duka cita sekaligus memerintahkan percepatan perbaikan jalan.
Menurut Subandi, Jalan Raya Lingkar Timur merupakan jalur dengan lalu lintas sangat padat sehingga kerusakan jalan, terutama lubang di badan jalan, sangat berbahaya bagi pengguna kendaraan.
“Kami turut berduka atas kejadian itu. Jalan Raya Lingkar Timur memang padat lalu lintas,” ujar Subandi, Jumat (6/3).
Ia menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama sehingga penanganan jalan rusak tidak boleh ditunda.
Perbaikan Jalan Diminta Dikerjakan Siang dan Malam
Selama ini perbaikan jalan di kawasan Lingkar Timur umumnya dilakukan pada malam hari untuk menghindari kemacetan. Namun melihat kondisi kerusakan yang dinilai cukup parah dan berisiko tinggi bagi pengendara, Subandi meminta pengerjaan tidak lagi hanya dilakukan malam hari.
Ia menginstruksikan agar perbaikan dilakukan siang dan malam agar penanganan jalan rusak dapat segera diselesaikan.
“Karena Lingkar Timur itu padat lalu lintas, biasanya dikerjakan malam saja. Tapi sekarang kita perintahkan, karena sudah sangat padat, silakan dikerjakan siang dan malam,” tegasnya.
Jalan Rusak Berisiko Tinggi bagi Pengendara Malam
Subandi juga menyoroti tingginya risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas pada malam hari. Banyak pekerja yang pulang kerja dalam kondisi lelah sehingga tidak selalu menyadari adanya lubang di jalan.
Kondisi tersebut bisa semakin berbahaya jika pengendara terjatuh dan di belakangnya terdapat kendaraan lain yang melaju dengan kecepatan tinggi.
“Kita tidak perlu menunggu malam saja. Kasihan orang pulang kerja malam-malam sudah capek, kadang tidak melihat ada lubang. Kalau sampai jatuh dan di belakangnya ada kendaraan, bisa menimbulkan korban lagi,” jelasnya.
Pemkab Libatkan Kecamatan dan Dinas PU
Untuk mempercepat penanganan jalan rusak di Lingkar Timur, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan melibatkan berbagai pihak. Subandi meminta koordinasi dilakukan mulai dari tingkat kecamatan hingga Dinas Pekerjaan Umum.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan sehingga jalur vital di wilayah Sidoarjo tersebut kembali aman dilalui masyarakat.


