Surabaya Pos | Surabaya - Menjelang Hari Raya Idulfitri, satu per satu masyarakat mulai bersiap pulang ke kampung halaman. Namun bagi sebagian warga, biaya perjalanan sering menjadi kendala yang tidak mudah diatasi.
Di tengah kebutuhan itu, kolaborasi lintas lembaga kembali menghadirkan solusi nyata melalui program Mudik Gratis 2026 yang digelar di Kampus Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya (17/3).
Program ini merupakan hasil sinergi antara Media Radar Surabaya, Kampus Ubhara Surabaya, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (Komisi VII DPR RI), serta dukungan dari Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH).
Memperkuat Komitmen Kolaborasi
Kegiatan ini dipimpin oleh Direktur Utama Radar Surabaya, Lilik Widyantoro, dengan dukungan penuh dari Rektor Ubhara Surabaya, Irjen Pol (Purn) Anton Setiaji, SH, MH. Sementara itu, kehadiran anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, memperkuat komitmen kolaborasi dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Titik kumpul keberangkatan berada di Kampus Ubhara Surabaya. Sejak pagi, ratusan peserta mulai berdatangan dengan membawa tas dan harapan untuk bisa pulang ke kampung halaman tanpa beban biaya.
Sebanyak sekitar 10 bus disiapkan untuk mengantarkan para pemudik menuju berbagai daerah tujuan. Suasana penuh antusias terlihat saat peserta bersiap menaiki bus yang akan membawa mereka pulang.
Dalam kegiatan ini, BMH berperan sebagai salah satu mitra pendukung sekaligus memimpin doa safar sebelum keberangkatan. Momen tersebut menjadi penguat spiritual bagi para pemudik agar perjalanan mereka diberi keselamatan dan kelancaran.
Koordinator BMH ULZ Sidoarjo, Abdul Karim, menyampaikan bahwa keterlibatan BMH dalam program ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program mudik gratis ini sendiri bukan kegiatan baru. Radar Surabaya telah menyelenggarakannya hingga hampir 18 kali, menjadikannya sebagai salah satu program sosial yang konsisten membantu masyarakat setiap tahun.
Bagi para peserta, program ini bukan sekadar fasilitas transportasi. Ia adalah jawaban atas kebutuhan yang sangat mendasar: pulang dan berkumpul bersama keluarga di hari raya.
Antusiasme Warga
Antusiasme warga terlihat jelas. Wajah-wajah penuh senyum dan rasa syukur mengiringi keberangkatan bus. Banyak di antara mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.
Secara sosial, mudik gratis memiliki dampak yang luas. Selain meringankan beban ekonomi masyarakat, program ini juga memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian antar lembaga.
Kolaborasi antara media, kampus, pemerintah, dan lembaga amil zakat seperti BMH menunjukkan bahwa ketika berbagai pihak bersatu, solusi bagi masyarakat dapat dihadirkan secara nyata dan berkelanjutan.
Di momen itu, mudik bukan lagi sekadar perjalanan pulang. Ia menjadi simbol kebahagiaan yang dimungkinkan oleh kepedulian bersama—ketika banyak pihak bergandengan tangan, semakin banyak pula masyarakat yang bisa merasakan hangatnya berkumpul dengan keluarga di hari kemenangan.


