Notification

×

Iklan

Iklan

Program Mudik Gratis Presisi 2026 Disambut Antusias, 32 Ribu Pemudik Mendaftar

18/03/2026 | 08.14 WIB | Dibaca: 0 kali Last Updated 2026-03-18T01:14:32Z
    Bagikan

 

Surabaya Pos | Jakarta – Program Mudik Gratis Presisi 2026 yang digagas Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Korlantas Polri disambut antusias oleh masyarakat. Hingga Senin, 16 Maret 2026, jumlah pendaftar telah menembus 32.721 orang.


Data dari Posko Operasi Ketupat 2026 menunjukkan, puluhan ribu peserta tersebut diberangkatkan melalui jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda di seluruh Indonesia.


Untuk menunjang kelancaran program ini, Polri menyiapkan armada besar, terdiri dari 663 unit bus, 29 unit Hiace, serta 1 unit Kapal Motor Penumpang (KMP).


Polda Jawa Tengah tercatat sebagai wilayah dengan jumlah peserta terbanyak, mencapai 13.040 orang dengan dukungan 326 bus. Disusul Polda Sumatra Barat dengan 12.000 pemudik, serta Polda Metro Jaya yang memberangkatkan 2.500 orang menggunakan 60 bus.


Sementara itu, beberapa wilayah lain menghadirkan variasi moda transportasi. Polda Aceh mengombinasikan bus dan Hiace, sedangkan Polda Jawa Timur menyediakan kapal laut untuk mengangkut penumpang beserta kendaraan roda dua.


Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryo, menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat dalam program ini.


“Antusiasme lebih dari 32 ribu pemudik ini menunjukkan bahwa program Mudik Gratis Presisi sangat dinantikan masyarakat,” ujarnya.


Ia menegaskan, program ini bukan sekadar penyediaan transportasi, melainkan bentuk nyata kepedulian Polri kepada masyarakat.


“Ini adalah langkah strategis dan humanis untuk mendukung kelancaran serta keamanan arus mudik nasional, sejalan dengan semangat ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’,” tambahnya.


Selain wilayah dengan jumlah peserta besar, Polda di berbagai daerah seperti Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Bali, Kalimantan Selatan, Bengkulu, dan Riau juga turut aktif memfasilitasi masyarakat yang ingin pulang kampung.


Program ini diharapkan mampu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang tidak layak, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Lebaran.