Notification

×

Iklan

Iklan

Takut Istri Karena Michat, Di Polsek Wonokromo Ngaku Korban Curanmor

22/03/2026 | 16.42 WIB | Dibaca: 0 kali Last Updated 2026-03-22T09:42:36Z
    Bagikan

 

Surabaya Pos | Surabaya - Melaporkan pencurian motor, pria di Surabaya ini malah diamankan Polsek Wonokromo Polrestabes Surabaya. Pria yang diamankan bernama, Khoirul Roshidi alias Irul (27) asal Jalan Asemrowo Mulya I B, Surabaya.


Irul yang bekerja sebagai sopir ini melaporkan kehilangan motor. Namun ternyata motor tersebut tidak benar-benar hilang, melainkan lenyap saat Irul menyewa wanita Michat dan motor dipinjam teman wanita yang dikencaninya di hotel Andalas Jalan Al Irsyad Surabaya.


Takut kejadian tersebut diketahui sang istri, Irul kemudian mengarang cerita dan melaporkannya sebagai korban dari kasus pencurian pencurian pada akhir Februari 2026.


Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Ipda Wasito Adi menjelaskan, motor pelaku ini dibawa kabur oleh teman dari wanita yang dikencani saat meminjam mengatakan akan membeli rokok.


Sebelumnya, motor yang hilang itu dilaporkan terkait adanya pencurian sepeda motor di Jalan Wonosari Wonokromo Surabaya. “Anggota langsung mengecek lokasi kejadian yang dilaporkan curanmor,” kata Ipda Wasito Adi, Sabtu (21/3/2026).


Namun setelah dicek dilokasi kejadian, ternyata ada sedikit kejanggalan. Dari keterangan yang bersangkutan, akhirnya petugas mencari informasi ke beberapa saksi disekitar lokasi kejadian.


Keterangan para saksi kepada Polisi, menguatkan jika tidak ada sepeda motor parkir dilokasi serta tidak ada kejadian curanmor.


Selanjutnya pelaku dibawa ke mako dan di introgasi sambil di cek HP nya untuk dicocokan dengan pengakuannya, dan banyak log panggilan dan WA yang di hapus.


Akhirnya korban mengakui jika sepeda motor tersebut tidak hilang di lokasi, namun dibawa kabur laki-laki dari teman kencan korban di hotel Andalas Jalan Al Irsyad Surabaya .


“Korban ini awalnya berkelit, akhirnya mengaku. Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan juga diketahui sebagai pemain judol,” imbuh Kanit Reskrim.


Saat ini, Irul harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan sudah mendekam dalam penjara di Polrestabes Surabaya.