Notification

×

Iklan

Iklan

TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Telegram Panglima Instruksikan Siaga 1

08/03/2026 | 01.27 WIB | Dibaca: 0 kali Last Updated 2026-03-07T18:27:37Z
    Bagikan

 

Surabaya Pos | Jakarta – Beredar dokumen telegram Panglima TNI yang berisi instruksi siaga 1 kepada seluruh prajurit TNI sebagai bentuk antisipasi terhadap perkembangan situasi global, khususnya dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.


Telegram tersebut bernomor TR/283/2026 yang ditandatangani oleh Asisten Operasi Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026. Dalam dokumen itu disebutkan bahwa perintah tersebut wajib dilaksanakan oleh seluruh jajaran TNI.


Menanggapi beredarnya dokumen tersebut, Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah tidak memberikan penegasan secara langsung mengenai isi telegram. Namun ia menegaskan bahwa sesuai amanat undang-undang, TNI memiliki kewajiban menjaga dan melindungi bangsa dari berbagai ancaman.


“TNI bertugas secara profesional dan responsif, yang diwujudkan dengan senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional serta siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional maupun nasional,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (7/3/2026).


Tujuh Instruksi dalam Telegram Panglima TNI

  • Dalam telegram tersebut tercantum beberapa instruksi penting kepada jajaran TNI, antara lain:


  • Pangkotamaops TNI diperintahkan menyiagakan personel dan alutsista serta melaksanakan patroli di objek vital strategis dan sentra perekonomian, seperti bandara, pelabuhan, stasiun kereta, terminal bus hingga kantor PLN.


  • Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) melaksanakan deteksi dini dan pengamatan udara selama 24 jam.

  • Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI menginstruksikan Atase Pertahanan RI di negara terdampak untuk mendata dan memetakan rencana evakuasi WNI, serta berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI sesuai perkembangan situasi di Timur Tengah.

  • Kodam Jaya/Jayakarta diminta meningkatkan patroli di objek vital dan kawasan kedutaan besar di wilayah DKI Jakarta guna menjaga kondusivitas.


  • Satuan Intelijen TNI melaksanakan deteksi dini dan cegah dini terhadap potensi gangguan keamanan di objek vital dan kedutaan.

  • Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) melaksanakan status siaga di satuan masing-masing.


  • Seluruh satuan diminta melaporkan setiap perkembangan situasi kepada Panglima TNI.


Instruksi ini disebut sebagai langkah kesiapsiagaan TNI menghadapi dinamika keamanan global, termasuk meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada stabilitas kawasan.