![]() |
| Jaga Kesucian Nasab Rosulullah, Fuad Plered Bubarkan Rabhita Alawiyah di Pengadilan. |
Sedangkan KH Imaduddin Utsman Al Bantani tidak setuju persoalan nasab Rasulullah termasuk keberadaan Rabithah Alawiyah dilaporkan ke pengadilan.
“Penelitian penulis tentang nasab Ubaidillah apakah betul adalah anak Ahmad bin Isa?, muaranya adalah pengetahuan bukan pengadilan,” paparnya.
Kata Kiai Imaduddin, persoalan nasab masuk dalam ranah dalil-dalil ilmiyah dari kedua-belah pihak, yang jika berakhir pada titik yang sama, maka kesimpulan pengetahuan itu adalah muttafaq alaih (disepakati), baik muttafaq alaih fi al itsbat (menetapkan), atau fi al nafyi (menafikan).
“Dan jika nanti ujungnya berseberangan maka pengetahuan itu adalah termasuk mukhtalaf fihi (diperselisihkan),” tegasnya.
Menurut Kiai Imaduddin, Madzhab Hanafi berijtihad bahwa Bani Mutolib tidak termasuk yang haram menerima zakat, sedangkan Madzhab Syafi’I memasukan mereka. Keduanya berjalan sebagai sebuah pengetahuan (tesis/ijtihad) walaupun posisinya diametral. Tidak ada sejarah keduanya saling lapor ke qadli.
Konsekwensi sebuah pengetahuan bagi orang awam adalah mempercayainya atau tidak mempercayainya. Taklid atau tidak taklid. Tentunya, pengetahuan yang disepakati nilainya lebih kuat dari pengetahuan yang tidak disepakati.
Nasab Ubaidillah sebagai anak Ahmad itu, terdeteksi secara ilmiyah, sudah ada sejak habib Ali al-Sakran (w. 895 H.). sampai saat ini sudah berjalan selama 549 tahun. Jadi, Rabitah alawiyah tidak bisa dikatakan berbohong, karena mereka punya dalil-dalil ilmiyah yang bermunculan dari kitab-kitab tentang nasab tersebut dari rentang waktu antara tahun 895 sampai 1444 H. walaupun sebelum tahun 895 H. itu tidak dapat dibuktikan.
“Berbeda, jika umpamanya ada oknum yang mengklaim nasab itu untuk menipu orang lain dengan mengkapitalisasi nasab itu. Maka, orang yang merasa tertipu dengan klaim itu bisa melaporkannya, untuk selanjutnya bisa diuji apakah benar ia sebagaimana nasab yang diakuinya. Bisa dengan pembuktian ilmu nasab atau tes DNA,” pungkasnya.
Penulis : red


