
Surabaya.Pos || Surabaya, – Seorang pria bernama Fauzi menjadi salah satu distributor kelapa di Jl. Bendul Merisi Gg. Besar Timur 39-41, Kelurahan Bendul Merisi, Kecamatan Wonocolo, Surabaya. Uniknya, kelapa yang ia jual didatangkan langsung dari Bali.
Pada Minggu, 2 Agustus 2026 pukul 05.02 WIB, tumpukan kelapa terlihat memenuhi salah satu ruangan rumah Fauzi. Ia tampak sibuk mengupas dan memarut kelapa menggunakan mesin.
Menurut Fauzi, pasokan kelapa yang ia jual memang khusus diambil dari Bali. Hal itu ia lakukan agar kualitas dan harga bisa bersaing dengan pasar lainnya di Surabaya.
"Per hari bisa habis 100 kelapa, bahkan lebih. Tergantung pesanan dari warung, pedagang es, dan UMKM," ujar Fauzi saat ditemui di lokasi.
Ia menyebut harga kelapa dari Bali memiliki selisih dengan harga pasaran di pasar tradisional Surabaya. Selisih itulah yang membuat banyak pelanggan tetap berlangganan kepadanya.
Terkadang mas, Sama-sama penjual kelapa masih mengambil di saya. Karena itu punya saya memang beda harga," Imbuhnya.
Kelapa-kelapa tersebut kemudian diolah dan didistribusikan ke berbagai pelanggan. Mulai dari pedagang es kelapa, pembuat kue, hingga usaha kuliner lain yang membutuhkan bahan baku kelapa segar setiap hari.
Dengan sistem distribusi langsung, Fauzi mengaku bisa menekan biaya dan menjaga kualitas kelapa tetap segar sampai ke tangan konsumen.
Kegiatan Fauzi ini menjadi contoh bagaimana rantai pasok antardaerah bisa menghidupkan ekonomi UMKM di Surabaya. Dengan harga yang lebih kompetitif, pelaku usaha kecil bisa mendapatkan bahan baku dengan biaya lebih ringan.

