Surabaya Pos | SURABAYA — Program Kampung Pancasila di Kota Surabaya dinilai menjadi salah satu pendekatan baru dalam membangun kota dengan melibatkan masyarakat secara aktif.
Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, mengatakan konsep Kampung Pancasila dapat mempertemukan kekuatan pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan secara bersama-sama.
“Pendekatan pembangunan yang mampu mempertemukan kekuatan pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan secara bersama-sama,” kata Eri di Surabaya, Jumat (18/9/2026).
Ia mengapresiasi pelaksanaan Lomba Kampung Pancasila yang dinilai dapat memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis partisipasi warga.
Menurut Eri, masyarakat memiliki kapasitas untuk mengenali persoalan di lingkungan masing-masing, mengorganisasi sumber daya, menjalankan program, hingga menjaga keberlanjutan kegiatan.
Sementara itu, pemerintah kota berperan sebagai fasilitator dan penguat sekaligus mengintegrasikan berbagai sumber daya serta kebijakan agar persoalan yang dihadapi masyarakat dapat memperoleh solusi.
“Dengan demikian, hubungan pemerintah dan masyarakat tidak berhenti pada relasi pelayanan, tetapi menjadi relasi kolaborasi,” ujarnya.
Eri menjelaskan, Kampung Pancasila juga mencerminkan perubahan paradigma birokrasi, dari pemerintahan yang sekadar mengelola pelayanan untuk masyarakat menjadi pemerintahan yang bekerja bersama masyarakat.
Dalam konsep tersebut, masyarakat ditempatkan bukan hanya sebagai penerima pelayanan, tetapi juga sebagai mitra sekaligus pelaku pembangunan.
Program Kampung Pancasila memiliki empat pilar utama, yakni lingkungan, ekonomi, sosial budaya, dan kemasyarakatan.
Keempat pilar tersebut menunjukkan bahwa berbagai persoalan di tingkat kampung memiliki dimensi yang beragam sehingga membutuhkan keterlibatan perangkat daerah dan masyarakat secara terpadu.
Karena itu, Kampung Pancasila dapat dipandang dari dua sisi, yakni sebagai gerakan masyarakat sekaligus inovasi dalam tata kelola pemerintahan.
“Di tingkat warga, Kampung Pancasila menghidupkan kembali semangat gotong royong. Di tingkat birokrasi, program ini mendorong perangkat daerah untuk meninggalkan cara kerja yang terkotak-kotak menuju kerja kolaboratif,” pungkasnya.



