• Jelajahi

    Copyright © Surabaya Pos : Situs Berita Terkini, Berita Hari ini, dan Terpercaya. Indonesia dan Dunia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Proyek Gorong-Gorong Surabaya Dikebut, DSDABM Targetkan Rampung November 2026

    Redaksi
    28/09/2026, 06.23 WIB Last Updated 2026-09-27T23:23:42Z



    Surabaya Pos | SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya terus mempercepat pengerjaan proyek saluran air dan gorong-gorong di sejumlah wilayah kota. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi potensi genangan menjelang puncak musim hujan.


    Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya menargetkan seluruh pekerjaan saluran yang tengah berlangsung dapat diselesaikan pada November 2026.


    Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah, mengatakan pengerjaan fisik di lapangan terus dikebut agar target penyelesaian dapat tercapai sebelum memasuki puncak musim hujan.


    Menurutnya, proyek saluran menjadi salah satu prioritas dalam pengendalian banjir dan genangan di Kota Surabaya.


    Namun, pengerjaan di lapangan tidak selalu berjalan tanpa hambatan. Sejumlah kendala teknis maupun sosial ditemukan, terutama terkait keberadaan utilitas bawah tanah.


    Beberapa utilitas yang harus diperhatikan antara lain jaringan pipa gas, pipa PDAM, hingga kabel milik perusahaan penyedia layanan telekomunikasi.


    Kondisi tersebut salah satunya terjadi dalam pengerjaan saluran di kawasan Jalan Prof Dr Moestopo. Selain utilitas, pengaturan lalu lintas serta komunikasi dengan masyarakat juga menjadi tantangan dalam pelaksanaan proyek.


    DSDABM juga menyebut adanya persoalan waktu pengerjaan. Di kawasan Babatan, misalnya, pekerjaan penggalian pada malam hari dinilai dapat mengurangi gangguan lalu lintas, namun sebagian masyarakat menginginkan pekerjaan dilakukan pada siang hari.


    Pemkot Surabaya mencatat terdapat sekitar 400 titik yang masuk dalam program penanganan banjir sepanjang periode 2021 hingga 2027.


    Hingga 2026, sebanyak 323 titik disebut telah mendapatkan penanganan untuk mengurangi potensi genangan. Sementara pada 2027, pemerintah kota menargetkan penanganan sekitar 100 titik banjir yang masih tersisa.


    Untuk mendukung percepatan penanganan banjir tersebut, Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar. Khusus proyek gorong-gorong, nilai anggaran disebut mencapai lebih dari Rp700 miliar.


    Sementara itu, pembahasan mengenai anggaran penanganan banjir untuk 2027 masih dilakukan melalui proses penyusunan APBD.


    Percepatan proyek saluran tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sistem drainase sekaligus mengurangi risiko genangan di berbagai kawasan Surabaya ketika intensitas hujan meningkat.

    Komentar

    Tampilkan

    TERKINI