Surabaya Pos | SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya empat orang yang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Khofifah menyampaikan penghormatan kepada para petugas dan relawan yang kehilangan nyawa saat menjalankan misi kemanusiaan untuk memadamkan api dan melindungi kelestarian kawasan hutan.
Ia juga menyampaikan doa bagi keluarga korban agar diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya para petugas dan relawan yang tengah berjuang memadamkan api di kawasan Bromo. Doa terbaik saya haturkan bagi para korban yang meninggal dunia, serta keluarga yang ditinggalkan,” ungkap Khofifah.
Empat Orang Gugur dalam Misi Pemadaman Karhutla
Empat korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut terdiri atas dua petugas Balai Besar TNBTS, yakni Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata.
Sementara itu, dua korban lainnya merupakan relawan yang juga bekerja sebagai karyawan hotel di kawasan setempat, yaitu Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19).
Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Jawa Timur. Para korban diketahui terlibat dalam upaya penanganan kebakaran yang mengancam kelestarian ekosistem di kawasan Bromo.
Khofifah menilai pengabdian para korban merupakan bentuk dedikasi luar biasa dalam penanganan bencana. Mereka berada di garis depan untuk mengendalikan kebakaran sekaligus mencegah api meluas ke kawasan hutan lainnya.
“Pengabdian mereka menjadi pengingat akan besarnya dedikasi orang-orang yang berada di garis depan dalam penanganan bencana,” tegasnya.
Pemprov Jatim Berikan Santunan Rp10 Juta
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan santunan sebesar Rp10 juta kepada masing-masing keluarga korban meninggal dunia.
Khofifah berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban keluarga, meskipun tidak dapat menggantikan kehilangan orang-orang tercinta.
“Kami memahami bahwa bantuan materi tidak akan dapat menggantikan kehilangan orang-orang tercinta, tetapi kami berharap dukungan ini dapat meringankan beban keluarga yang sedang berduka,” tuturnya.
Selain itu, Khofifah juga menyampaikan doa bagi korban yang mengalami luka-luka agar segera pulih dan mendapatkan kesembuhan.
Ia berharap keluarga korban memperoleh dukungan moral serta pendampingan selama menghadapi masa sulit akibat musibah tersebut.
Khofifah Ingatkan Pentingnya Keselamatan Petugas
Di tengah upaya penanganan karhutla, Khofifah mengingatkan pentingnya mengutamakan keselamatan personel dalam setiap operasi pemadaman kebakaran.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan tinggi, koordinasi lintas sektor, serta kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kondisi di lapangan.
Keselamatan petugas dan relawan harus menjadi perhatian utama, mengingat risiko yang mereka hadapi ketika berupaya mengendalikan kobaran api di kawasan hutan.
Khofifah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Ia menegaskan bahwa kawasan Bromo merupakan salah satu kekayaan alam yang menjadi kebanggaan Jawa Timur dan Indonesia sehingga kelestariannya menjadi tanggung jawab bersama.
“Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya. Semoga musibah ini menjadi pengingat bagi kita untuk semakin peduli terhadap kelestarian alam, sekaligus memberikan perhatian besar terhadap keselamatan setiap personel yang bertugas dalam penanganan bencana,” pungkas Khofifah.
Peristiwa gugurnya empat orang dalam penanganan karhutla tersebut menjadi pengingat pentingnya penguatan upaya pencegahan kebakaran, koordinasi penanggulangan bencana, dan perlindungan terhadap petugas maupun relawan yang bertugas di lapangan.



