Gubernur Khofifah Beber Rencana Pembangunan Industri Provinsi Jatim di Rakorpusda BI

Surabayapos.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjabarkan tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi Jatim (RPIP) saat...

Surabayapos.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjabarkan tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi Jatim (RPIP) saat menghadiri Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah (Rakorpusda) dan Bank Indonesia (BI) di Gedung Thamrin, BI, Jalan MH. Thamrin No. 2, Jakarta, Rabu (4/9/2019), petang.


Itu, seperti yang disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai dalam rilisnya. Gubernur Khofifah dihadapan Menko Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri Perindustrian   Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Dalam paparannya, Khofifah menjelaskan, industri andalan Jatim yang pertama yaitu makanan dan minuman. Kemudian, antara lain industri tekstil dan alas kaki, industri kertas, industri farmasi, kimia dan tradisional, industri barang dari karet dan plastic, serta industri alat angkutan.

“Sektor industri unggulan Jatim adalah mamin, tekstil dan produk tekstil dan alas kaki. Sedangkan industri penunjangnya yaitu industri barang modal, komponen dan bahan penolong,” tutur orang nomor satu di Jatim ini.

Khofifah menambahkan, terkait industri alas kaki, dirinya memberikan perhatian lebih karena potensi eksportnya saat ini cukup tinggi dan termasuk kategori padat karya dan sebagian besar berada di ring satu. Oleh sebab itu, pihaknya minta adanya kebijakan dari pemerintah khususnya Kementerian Keuangan untuk bisa memberikan insentif, mengingat UMR ring satu di Jatim relatif lebih tinggi dari sekitarnya. Sehingga insentif bagi industri padat karya dan berorientasi eksport perlu mendapat insentif khusus.

Lanjut Khofifah, itu hendaknya juga  berlaku bagi industri di luar alas kaki  yang masuk kategori padat karya serta berorientasi ekspor lainnya.

“Dukungan dari pemerintah pusat ini penting dilakukan untuk mengurangi adanya mekanisasi khususnya pada industri padat karya seperti industri alas kaki. Dengan demikian, kebijakan di ring satu utamanya terkait disparitas upah tetap bisa diikuti industri padat karya,” ujar Mantan Menteri Sosial pada era Kabinet Kerja ini.

Untuk kondisi existing kawasan industri, Khofifah menjelaskan, total kawasan industri di Jatim mencapai 5.066,5 Ha. Salah satu kawasan yang wilayahnya cukup luas yaitu PT. Java Integrated Industrial Ports Estate (JIIPE) seluas 2.933 Ha. JIIPE sendiri merupakan kawasan terintegrasi mulai dari kawasan industri, hunian, dan dukungan fasilitas pelabuhan laut. 

“Pengembangan kawasan industri di Jatim sebesar 31.748,78 Ha, yang tersebar di beberapa wilayah Jatim diantaranya Gresik, Pasuruan, Surabaya, Sidoarjo,  Jombang, Mojokerto, Lamongan, dan Madiun,” tutur Khofifah.

Di Jatim juga ada 7 kluster pengembangan wilayah dan potensi investasi. Salah satunya, klaster metropolitan untuk sektor industri pengolahan, perdagangan dan jasa yang terdiri dari Surabaya, Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, dan Pasuruan. 

“Dari klaster-klaster tersebut masih banyak area yang memungkinkan masuknya investor, baik dalam maupun luar negeri. Apalagi kawasan ini juga sudah didukung dengan kapasitas listrik yang memadai, pengolahan limbah, tinggal koneksitas antar kawasan agar lebih efektif efisien,” terang Khofifah, sambil menyebut saat ini juga tengah diperluas  pengembangan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER).

Terkait penerapan Online Single Submission (OSS), Khofifah  menegaskan, pentingnya melakukan evaluasi penyempurnaan dan penelaahan kembali terutama terkait rekomendasi dinas dan kementerian teknis yang seringkali membutuhkan waktu yang cukup lama. 

“Rekomendasi-rekomendasi yang bisa didapatkan baik dari daerah dan kementerian teknis bisa kita urai. Mana yang bisa dipangkas, mana yang wajib. Sehingga, OSS bisa memberikan signifikansi terhadap kemungkinan PMA maupun PMDN untuk berinvestasi lebih mudah dan cepat dengan regulasi yang tetap, bisa memberi kepastian hukum,” pungkasnya.

Enam Langkah Strategis Untuk Penguatan Industri Manufaktur

Sementara, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan Rakorpusda ini digelar bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dengan didorongnya perkembangan industri manufaktur. Oleh sebab itu, telah disepakati enam langkah strategis antara Pemerintah, Pemda dan BI untuk akselerasi penguatan industri manufaktur.

Langkah pertama yang disepakati yaitu menciptakan efisiensi pengiriman logistik. Efisiensi ini akan dilakukan melalui pembangunan infrastruktur baik primer maupun pendukung. Kedua, pemerintah sepakat untuk menjaga momentum iklim investasi nasional. Langkah yang akan dilakukan adalah menjalankan sistem Online Single Submission (OSS) 1.1.

Ketiga, pemerintah akan mendukung harmonisasi regulasi dan program kebijakan untuk meningkatkan produktivitas industri. Selanjutnya, pengembangan industri manufaktur dengan mendukung kelancaran sistem pembayaran melalui beberapa instrumen. Diantaranya melalui perluasan kerjasama Local Currency Settlement untuk perdagangan internasional dengan dua negara mitra untuk investasi di Malaysia dan Thailand.

Ditambahkan, untuk langkah kelima, pihaknya akan mendorong pembiayaan melalui pembiayaan yang berwawasan lingkungan (green financing) melalui pelonggaran loan to value (LTV) dan uang muka. Serta pelebaran Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan perluasan cakupan komponen sumber pembiayaan.

Langkah terakhir, pemerintah akan fokus memasarkan produk-produk industri manufaktur ke negara lain melalui perjanjian perdagangan. Seperti, percepatan ratifikasi Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) dan negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa. 

Turut hadir pada kegiatan tersebut, antara lain Gubernur Jawa Barat, Gubernur Jawa Tengah,  Sekdaprov Sumatera Selatan dan Banten yang merupakan lima wilayah sentra industri di Indonesia, pejabat dari BI, serta perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).(tji)

COMMENTS

Nama

Advertorial,4,Berita-Terkini,422,BeritaWarga,23,Destinasi-Wisata,4,EkoBis,24,Galeri-foto-video,11,GayaHidup,18,Hobby,2,Hukrim,44,Internasional,6,Narkotika,5,Nasional,163,Olahraga,19,Opini,8,Peristiwa,27,Pilpres 2019,7,Polisi,94,Politik,71,Regional,161,Renungan,13,Seni-Budaya,11,Showbiz,14,Sorotan,24,sosial,5,Technology,12,
ltr
item
SurabayaPos.com: Situs Berita Terkini, Berita Hari ini, dan Terpercaya: Gubernur Khofifah Beber Rencana Pembangunan Industri Provinsi Jatim di Rakorpusda BI
Gubernur Khofifah Beber Rencana Pembangunan Industri Provinsi Jatim di Rakorpusda BI
https://1.bp.blogspot.com/-jcYBsnAftWk/XXB87Issv1I/AAAAAAAAlt4/qj-U81TwSs8iRn4sIlQMqWnureRniA9CQCLcBGAs/s320/IMG_20190905_093546.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-jcYBsnAftWk/XXB87Issv1I/AAAAAAAAlt4/qj-U81TwSs8iRn4sIlQMqWnureRniA9CQCLcBGAs/s72-c/IMG_20190905_093546.jpg
SurabayaPos.com: Situs Berita Terkini, Berita Hari ini, dan Terpercaya
https://www.surabayapos.com/2019/09/gubernur-khofifah-beber-rencana.html
https://www.surabayapos.com/
https://www.surabayapos.com/
https://www.surabayapos.com/2019/09/gubernur-khofifah-beber-rencana.html
true
4204357026782051252
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy