Notification

×

Iklan

Iklan

Akhiri Tahun 2019 YDKHI Gelar Baksos di Kediri dan Nganjuk

09/12/2019 | 18.55 WIB | Dibaca: 0 kali Last Updated 2019-12-09T11:55:47Z
    Bagikan

SurabayaPos.com - Ahad pagi, 8 Desember 2019, dua unit mobil penuh logistik berupa sembako dan sejumlah pengurus Yayasan Dhamar Kahuripan Haqqullah Indonesia (YDKHI) Surabaya menyusuri jalanan menuju ke kabupaten Kediri dan Nganjuk.


Tepat pukul 08.30 WIB, rombongan yang berjumlah 9 orang itu dengan langkah penuh keikhlasan menuju armada yang sudah disiapkan sejak semalam berniat melaksanakan bakti sosial yang dilaksanakan saban bulan. Menurut Gus Kholiq, Agenda membagikan sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, mie instan, gula pasir dan uang tunai merupakan agenda yang selalu dilakukan YDKHI Surabaya. Minggu itu, merupakan rangkaian kegiatan bakti sosial penutup di tahun 2019. 

"Ahad ini, kegiatan bakti sosial ini merupakan momen kegiatan penutup tahun dari YDKHI. Kegiatan pemberian santunan ini dilakukan setiap bulan sepanjang tahun," jelas Gus Rofiq ketua yayasan Dhamar Kahuripan.

Masih menurut Gus Rofiq, selain kegiatan bakti sosial, yayasan yang di pimpinnya juga menyantuni anak yatim, piatu, yatim-piatu, janda tua, cacat, keluarga miskin. Selain hal di atas, YDKHI juga berencana membuat sekolah gratis yang hingga kini masih dalam proses pembebasan tanah sebagai lahan dan bangunan sekolah yang hendak di didikannya. Wawancara sepanjang perjalanan tak terasa membawa armada masuk wilayah yang menjadi tujuan team bakti sosial, yaitu desa Pace, Waru Jayeng, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Mobil pembawa logistik dan dua orang petugas pemberian sembako segera turun sambil membawa sembako yang sudah dikemas sedemikian rupa memasuki sebuah rumah reyot. Hal itu dilakukan setelah menerima aba aba, petunjuk dan perintah kepala tim pensurvay kelayakan penerima sumbangan YDKHI.


Setelah uluk salam, Kahar (30) yang ditunjuk sebagai juru bicara, saat bertemu dengan tuan rumah gubuk reyot, yang dihuni janda tua itu segera mengemukakan niat tujuan tim YDKHI. Mbah sini (65), warga Waru Jayeng, desa Pace, Nganjuk menjadi penerima pertama di bakti sosial Ahad itu. Sementara Mbah Sukiyem (69), warga setempat menjadi penerima berikutnya. Nenek itu di  tim YDKHI di jalanan protokol Waru Jayeng di tengah teriknya panas sambil menggendong sebuah bakul berisi sayuran. Sebelum berpisah, nenek itu mengucap syukur Alhamdulillah sambil mendoakan perjalanan tim YDKHI hari itu lancar tanpa gangguan apapun.

Relawan YDKHI terus meluncur melanjutkan perjalanan sambil terus membagikan sembako pada yang berhak dan membutuhkan sepanjang jalan yang dilalui hingga tiba di dusun Suru, Ngetos, Nganjuk.

Di wilayah ini, relawan YDKHI banyak menemukan para manula hidup jauh dari manusiawi. Ada pasangan kakek nenek lumpuh, tinggal di kandang ayam. Seorang nenek dalam keadaan sakit tinggal di kandang sapi. Tim relawan di bantu ketua RT setempat seperti Sugeng dan Sumardi. Dari ketua RT itulah tim menjumpai warga yang tak memiliki harapan hidup layak. Selain mereka (para manula) ada yang tidak memiliki keturunan hingga tetangga nya yang harus merawatnya, ukuran bantuan dari pejabat setempat juga tak pernah ada. Hal itu di ungkapkan ketua RT desa Suru, Ngetos, Nganjuk bernama Sugeng.

"Walau saya ketua RT baru di dusun ini, saya tak pernah melihat ada bantuan dari pihak manapun di desa saya. Baru dari YDKHI inilah warga kami menerima bantuan sosial semacam ini," kata Sugeng.

Sugeng dan Sumardi menjadi petunjuk bagi relawan YDKHI menemukan warga yang kondisi sosialnya jauh dari standar hidup manusiawi. Selain tak memiliki sumber kehidupan, berumah gubuk bahkan tinggal di bekas kandang ayam, samping kandang sapi, kondisi sakit membuat sedih seluruh tim YDKHI yang menunaikan tugas sosial itu.

"Melihat kondisi sosial masyarakat pedesaan seperti inilah yang membuat YDKHI berencana memberikan pelatihan kerja, modal, keterampilan warga setempat agar bisa mengangkat perekonomian warga desa," kata Kahar salah satu relawan YDKHI.

Usai memberikan bingkisan, seluruh relawan YDKHI, bahkan Gus Rofiq sendiri selaku dan tak pernah lupa memberikan semangat harapan hidup lebih baik kepada warga yang menjadi sasaran tujuan bakti sosial hari itu. Termasuk kepada para manula yang tinggal, hidup di kandang hewan khususnya di Desa Suru, Ngetos, Nganjuk itu.(mnt)