Notification

×

Iklan

Iklan

Youtubers Rolis Sanjaya Oknum Anggota LSM GPN Sebut Jurnalis Tahi Akan Dilaporkan Polisi

26/07/2020 | Juli 26, 2020 WIB | Dibaca: 0 kali Last Updated 2020-07-27T07:10:36Z
    Bagikan
SurabayaPos.com |Surabaya, - Beredar viral di medsos dan group WhatsApp, ucapan tak beretika dari orang yang katanya dari LSM Sampang, Madura. Dengan mengatakan 'Jurnalis Tahi' dan di uploud di YouTube, sehingga membuat geram di sejumlah kalangan jurnalis Jawa Timur.

Video berdurasi 19:08 menit, Diketahui bernama Rolis Sanjaya dari LSM GPN Sampang, Madura dengan tegas dia mengatakan kata kata yang tidak pantas kepada profesi Jurnalis. Minggu, (26/7/2020).
Dengan viralnya video tersebut mengatakan kata tidak beritaka menuai kecaman dari kalangan jurnalis Jatim yang tergabung dalam Komunitas Jurnalis Jawa Timur.

Mario selaku jurnalis senior di Surabaya dengan nada kesal mengatakan, "Itu tidak boleh berucap begitu, dia itu siapa kok kurang ajar begitu. Mulutnya tak beretika, perlu disikapi hal ini, jurnalis itu profesi yang mulia, ayo yang merasa jurnalis bersatu untuk sikapi hal ini," ujarnya saat koordinasi dengan jurnalis Surabaya.
Rifai selaku Wakil Pimred dari Media Liputan Indonesia juga menambahkan, "Perkataan ini sangat tidak pantas di katakan oleh seorang anggota LSM, sebab Jurnalis dan LSM itu sama tupoksinya Corong Masyarakat, jika tidak berkenan dengan pemberitaan itu, layangkan hak jawab, Jangan cari sensasi di youTube seperti itu. Kalau tidak minta maaf dalam waktu 24 jam dari sekarang kami sepakati akan laporkan ke polisi dengan UU ITE," tegasnya.


Sementara dari salah satu pendiri Komunitas Jurnalis Jawa Timur, Ade dengan tegas menuturkan, "Kami segera klarifikasi hal ini, yang bersangkutan wajib meminta maaf terbuka di YouTube dalam waktu 24 jam, kalau tidak kami laporkan ke polisi, kami tidak main main dengan kasus ini," tuturnya. Minggu 26/7/2020.

"Intinya dia harus minta maaf kepada semua jurnalis, dan setelah yang bersangkutan sudah minta maaf terbuka di uploud ke youtube. Kita meminta untuk menghapus konten tersebut," pungkas Ade selaku salah satu pendiri Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT).

Terpisah, saat awak media konfirmasi via WhatsApp yang bersangkutan Rolis Sanjaya belum memberikan jawaban. (Fai/one)

×
Berita Terbaru Update