Notification

×

Iklan

Iklan


Warga Keluhkan Fasilitas Karantina Covid-19 di Asrama Haji Surabaya Viral, Ini Jawaban Pengelolanya

02/02/2022 | Februari 02, 2022 WIB | Dibaca: 0 kali Last Updated 2022-02-02T12:46:44Z
    Bagikan
Viral! Usai Pinjam Pakai HAH, "Pemkot Surabaya Dituding Tidak Tanggung Jawab." Ini Kata Kepala UPT nya
SurabayaPos.com || Surabaya, - Viral terkait keluhan warga soal fasilitas karantina Covid-19 di Hotel Asrama Haji (HAH) di medsos, membuat Kepala UPT Asrama Haji Surabaya Sugianto angkat bicara. Ia menyayangkan mengapa aset milik Kementerian Agama (Kemenag) itu kini tak terawat.


Sugianto mengatakan HAH yang berada di Sukolilo, Surabaya, itu sebenarnya merupakan aset Kementerian Agama, namun gedung itu kini dikelola sementara oleh Pemerintah Kota (PemkotSurabaya sejak awal 2020 lalu.

"Sejak ada Covid-19 di awal 2020 Pemkot Surabaya mendatangi kami untuk meminjam gedung, untuk tempat isolasi Covid-19," kata Sugianto saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (1/2).

Saat itu, kata dia, ada dua pilihan mekanisme yang ditawarkan pihaknya ke Pemkot Surabaya. Yang pertama adalah perjanjian sewa. Dalam mekanisme ini pemeliharaan dan kebersihan gedung menjadi tanggung jawab UPT Asrama Haji.

Sementara yang kedua adalah pilihan perjanjian pinjam pakai. Dalam mekanisme ini pemeliharaan gedung, kebersihan dan segala kerusakan menjadi tanggung jawab penuh pihak peminjam yakni Pemkot Surabaya.

"Waktu itu kami sepakat pinjam pakai. Otomatis segala sesuatunya terbebankan ke Pemkot Surabaya. Tertuang dalam perjanjian kontrak kerjasama," ucapnya.

Namun setelah selama dua tahun perjanjian itu berjalan, menurut Sugianto, kondisi gedung HAH jadi memprihatinkan. Dia menyebut Pemkot Surabaya tak maksimal melakukan perawatan dan pemeliharaan.

"Tapi yang saya perhatikan dari sisi pemeliharaan, sudah dilakukan, tapi tidak maksimal," kata dia.

Berdasarkan pantauan pihaknya kerusakan di HAH meliputi kategori ringan, sedang hingga berat. Kerusakan ringan meliputi rusaknya rumah kunci pintu kamar hingga tak bisa dibuka. Lalu pendingin ruangan atau AC yang tidak berfungsi, sampai kehilangan remote-nya.

"Rumah kunci bisa rusak. Terus [kerusakan] non fisik seperti AC mati, sampai remote AC hilang, berbulan bulan tidak pernah diselesaikan," ucapnya.

Kemudian ada juga kerusakan sedang-berat, meliputi wallpaper dinding terkelupas serta lantai yang kotor. Hingga langit-langit atau plafon yang bocor dan jebol.

Ada pula kain tirai penutup jendela atau gorden yang kotor. Ia menduga gorden itu juga tidak pernah dicuci selama dua tahun sejak gedung itu digunakan oleh Pemkot Surabaya, sebagai tempat karantina.

"Terutama kerusakan berat, lalai tidak segera ditangani. Plafon jatuh, jebol, kan tidak bisa dipakai kamar. Wallpaper ngelontok, jebol dan kotor," ucapnya.

Kerusakan demi kerusakan ini sebenarnya sudah pernah dilaporkannya ke Pemkot Surabaya, namun perbaikan tak kunjung dilakukan. Padahal jika Pemkot Surabaya saat itu cepat merespons aduannya, kerusakan itu tak sampai separah sekarang.

Namun, baru belakangan Pemkot Surabaya mengajaknya rapat membahas perbaikan di HAH. Ia hanya berharap perbaikan segera bisa dilakukan.

"Saya hanya mendorong segera melakukan, jangan hanya sekadar merespons artinya harus dicek satu persatu kesiapan teman-teman Cipta Karya yang mengerjakan perbaikan itu," pungkas dia.

Tanggapan Pemkot Surabaya

Sementara itu Pemkot Surabaya melalui Sekretaris BPB Linmas sekaligus Wakil Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Surabaya, Ridwan Mubarun, mengaku meminta maaf. Keluhan warga yang viral di media sosial itu akan dijadikan pihaknya bahan evaluasi.

"Kami mohon maaf, kami akan evaluasi lagi, ini evaluasi buat kami supaya kami bisa memperbaiki." Kata Ridwan.

Sebelumnya, Seorang warganet pemilik akun Twitter @swimmin_dory mengeluhkan fasilitas salah satu tempat karantina bagi pasien Covid-19 yakni Hotel Asrama Haji (HAH) Sukolilo, Sukolilo. Ia menjelaskan bahwa kondisi tempatnya dikarantina tak terawat dan kotor.




Penulis : red
Source : Liputan Indonesia/CNN Indonesia

×
Berita Terbaru Update