Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Kalilom Cari Keadilan: Oknum Pegawai Pelni Membangun Rumah Tanpa Standarsasi, Akibat Merugikan Rumah Orang Lain

18/05/2022 | 21.58 WIB | Dibaca: 0 kali Last Updated 2022-05-18T14:58:17Z
    Bagikan

Surabaya Pos
|| Surabaya
- Ada yang berbeda dirumah salah satu warga yang ada di Jalan Kalilom Lor Indah Gang Seruni Surabaya. Dimana, di rumah yang bernomorkan angka 50, terdapat spanduk yang bertuliskan "Bangunan Bermasalah Ini Sudah Merusak Bangunanku Dan Bangunan Tetanggaku. 6 Tahun Mencari Keadilan Di Negeri Sendiri... Ruwet. Aku Mengalah Bukan Takut. Aku Diam Bukan Bodoh. Allahu Akbar. Cepat Atau Lambat Keadilan Pastu Aku Dapat".

Awak media yang mengetahui spanduk tersebut, menemui pemilik rumah yang diketahui bernama Moh Soleh (59). Dihadapan awak media, pria paruh baya tersebut mengatakan, spanduk tersebut dipasang karena dirinya merasa kecewa dengan hukum yang berlaku.

Ia juga menjelaskan, rumahnya rusak karena dampak dari adanya pembangunan sebuah rumah berlantai 4 disamping rumahnya yang diketahui milik Darmanto yang merupakan seorang karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di PT Pelni Surabaya.

"Selain rumah saya, ada lagi rumah sebelahnya lagi yang rusak akibat pembangunan rumah itu. Sebelum pembangunan, saya sudah mengingatkan Darmanto agar hati - hati dalam pembangunan rumahnya. Malah oleh Darmanto dijawab dengan kata - kata "Gampang, Urusang Mburi (Mudah, Urusan Belakang)," terangnya saat ditemui awak media, Selasa (17/05/2022).

Pria yang sehari - hari berprofesi sebagai pemborong bangunan tersebut, menjelaskan, pembangunan rumah milik Darmanto tersebut, terjadi pada tahun 2016. Akibat pembangunan rumah tersebut, rumah miliknya mengalami tembok retak dan bangunan menjadi miring.

"Sebenarnya, saya sudah menduga akan terjadi kejadian semacam ini. Karena besi beton yang digunakan dalam pembangunan rumah itu lebih kecil dari yang seharusnya/standartnya. Namun, Darmanto tidak menggubrisnya," lanjutnya.

Dari informasi yang didapat awak media saat akan melakukan konfirmasi terhadap Darmanto, rumah tersebut jarang ditempati oleh Darmanto, melainkan dihuni oleh seorang wanita yang berinisial DK beserta keluarganya yang diduga merupakan istri kedua Darmanto.

Pada hari Rabu (18/05/2022) siang, saat awak media berusaha melakukan konfirmasi terhadap Darmanto di Kantor Pelni yang berlokasi di Jalan Pahlawan Surabaya, pihak kantor mengatakan bahwa yang bersangkutan tidak berada ditempat. Hingga berita ini dipublikasikan, awak media masih berusaha melakukan konfirmasi terhadap Darmanto. (Red)