Surabaya Pos | Surabaya — Turnamen E-Sports Disabilitas Mobile Legends Piala Gadisku 2026 digelar pada Jumat (7/2/2026) di GADISKU (Galeri Disabilitas), Jemursari, Surabaya. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen menciptakan ruang kompetisi E-Sports yang inklusif dan setara bagi penyandang disabilitas, termasuk rekan-rekan ojek online (ojol) disabilitas.
Ketua DPD ORASKI Jawa Timur (Organisasi Angkutan Sewa Khusus Indonesia), Tito Ahmad, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, turnamen ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan bentuk pengakuan terhadap potensi dan kemampuan teman-teman disabilitas di bidang digital.
“Teman-teman ojol disabilitas adalah pejuang kehidupan. Mereka bekerja keras di jalanan, dan hari ini mereka juga menunjukkan prestasi di dunia E-Sports. Mereka berhak mendapatkan perlakuan yang sama, tanpa perbedaan,” ujar Tito Ahmad di sela kegiatan.
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan:
Mampu meningkatkan partisipasi aktif teman-teman disabilitas dalam olahraga E-Sports sebagai wadah prestasi dan pengembangan diri.
Mendorong peningkatan kompetensi kemampuan strategi, serta mental bertanding atlet E-Sports disabilitas agar mampu bersaing di level yang lebih luas.
Membangun solidaritas, sportivitas, dan rasa percaya diri melalui kompetisi yang sehat dan berkeadilan.
Mengubah stigma masyarakat terhadap keterbatasan fisik dengan menunjukkan prestasi dan kemampuan nyata di ranah digital.
Tito menegaskan, penyandang disabilitas memiliki hak, kesempatan, dan potensi yang sama untuk berprestasi, serta harus mendapatkan dukungan nyata dari seluruh elemen masyarakat.
Turnamen ini memfokuskan pada game Mobile Legends, dengan tujuan meningkatkan partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam E-Sports, mengasah kemampuan strategi permainan, serta membangun rasa percaya diri dan solidaritas melalui kompetisi yang sehat.
Panitia menyebutkan, E-Sports kini telah berkembang pesat di Indonesia, namun masih minim ruang kompetisi yang ramah disabilitas. Oleh karena itu, Piala Gadisku diharapkan mampu menjadi pemantik lahirnya ekosistem E-Sports yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu mengubah pandangan masyarakat terhadap penyandang disabilitas, bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berprestasi dan berkontribusi.
Dengan digelarnya Turnamen E-Sports Disabilitas Mobile Legends Piala Gadisku 2026, diharapkan lahir lebih banyak ruang inklusif yang memberi kesempatan setara bagi penyandang disabilitas untuk berprestasi. Kegiatan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa dunia E-Sports terbuka untuk semua, tanpa batasan fisik, serta menjadi langkah nyata membangun ekosistem olahraga digital yang adil, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.


