Notification

×

Iklan

Iklan

Khofifah dan Menhub Matangkan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 di Jatim

21/02/2026 | 21.01 WIB | Dibaca: 0 kali Last Updated 2026-02-21T14:01:27Z
    Bagikan


 Surabaya Pos | Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menggelar rapat kesiapan angkutan Lebaran Idul Fitri 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (20/02/2026). Rapat ini digelar sebagai langkah antisipasi tingginya arus mudik ke Jawa Timur.



Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi tujuan mudik tertinggi kedua nasional setelah Jawa Tengah. Diperkirakan sebanyak 27,29 juta orang atau setara 17,3 persen dari total pergerakan nasional akan menuju Jawa Timur.



Pergerakan penumpang angkutan umum di Jawa Timur pada 2026 juga diproyeksikan meningkat dari 7,3 juta menjadi 7,7 juta penumpang atau naik 5,19 persen.



Khofifah menegaskan Pemprov Jatim bersama seluruh pemangku kepentingan telah melakukan berbagai langkah kesiapan demi mewujudkan Angkutan Lebaran 2026 yang aman, lancar dan selamat.



“Kami melakukan koordinasi teknis dengan berbagai pihak, Insya Allah full team. Tentu kita ingin membangun sinergi semaksimal dan sedetail mungkin untuk penyelenggaraan angkutan lebaran baik darat, laut, udara, kereta api hingga tol semuanya bisa berjalan lancar, aman dan selamat sehingga membahagiakan semuanya,” tegas Khofifah.



Ia menekankan kesiapan Pos PAM, Pos Terpadu hingga Posko di berbagai daerah harus memenuhi kecepatan, kecermatan serta koordinasi efektif dan intensif, termasuk dukungan layanan kesehatan 24 jam yang terhubung dengan rumah sakit terdekat.



“Seperti saat Laka Lantas, jangan sampai kondisinya memburuk karena keterlambatan evakuasi. Sehingga kehadiran Puskesmas 24 jam yang terkoneksi dengan Rumah Sakit terdekat akan sangat menentukan guna antisipasi,” tuturnya.



Sinergi BPBD dan BMKG juga diperkuat untuk mengantisipasi dampak musim hujan. Selain itu, Pemprov Jatim akan kembali membuka jalur tol Kraksaan-Gending bagi pemudik menuju wilayah timur serta meminta dukungan SPBU portable di sekitar rute tersebut.



Terkait penyeberangan, khususnya di Pelabuhan Ketapang yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi dan akan ditutup mulai Rabu (18/03/2026) pukul 17.00 WIB hingga Jumat (20/03/2026) pukul 06.00 WIB, Khofifah meminta tambahan armada laut untuk rute Jangkar menuju kepulauan Sumenep.



“Tiap tahunnya kami sesungguhnya kekurangan armada laut utamanya dari Rute Jangkar ke kepulauan Sumenep. Khusus di momen Nyepi besok yang akan dilakukan penutupan maka dibutuhkan tambahan kurang lebih tiga armada,” ujar Khofifah.



“Setiap tahun kami selalu menyediakan mudik gratis, khususnya mudik gratis untuk wilayah kepulauan. Biasanya kami sediakan tidak hanya keberangkatan tetapi juga baliknya,” lanjutnya.



Pemprov Jatim menyiapkan 6.637 armada bus, 148 trainset kereta api, 302 pesawat udara, 55 kapal laut serta 71 kapal penyeberangan dengan total 241 trip. Sebanyak 8.991 personel gabungan juga disiagakan.




Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi mengapresiasi kesiapan Jawa Timur dan menyampaikan Posko Lebaran 2026 akan berlangsung pada 13-29 Maret 2026.



“Persiapan yang sudah dilakukan oleh Jawa Timur dibawah kepemimpinan Ibu Gubernur sudah sangat baik tinggal nanti pelaksanaannya di hari operasional,” ucap Menhub Dudy.



“Harapan kita semua, saudara-saudara kita yang akan berlebaran dan merayakan Nyepi dapat dilaksanakan dengan baik,” pungkasnya.