Notification

×

Iklan

Iklan

1.436 Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa di Kawasan Monas

06/03/2026 | 14.39 WIB | Dibaca: 0 kali Last Updated 2026-03-06T07:42:23Z
    Bagikan


Surabaya Pos | Jakarta Pusat - Polri mengerahkan ribuan personel untuk melayani aksi unjuk rasa dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil di Kawasan Selatan Monas, Gambir, Jakarta Pusat. Sebelum pelaksanaan aksi, jajaran kepolisian menggelar Tactical Wall Game (TWG) dan apel kesiapan pada pukul 08.00 WIB sebagai langkah antisipasi serta pemetaan potensi dinamika massa di lapangan.



Sebanyak 1.436 Personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta Polsek jajaran dikerahkan untuk memberikan pelayanan agar kegiatan penyampaian pendapat di muka umum berjalan aman, tertib, dan kondusif. Seluruh personel pengamanan tidak dibekali senjata api dan mengedepankan pendekatan humanis serta profesional.



Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menegaskan bahwa kehadiran aparat semata-mata untuk melayani masyarakat serta menjamin hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan aspirasi secara damai. Seluruh personel diarahkan mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, dan humanis.



“Kita hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat. Personel di lapangan tidak membawa senjata api dan diperintahkan untuk selalu mengedepankan sikap humanis, persuasif, dan profesional,” ujar Kombes Pol. Reynold, Jumat (6/3/26).



Ia mengimbau para orator dan peserta aksi agar tetap tertib, tidak memprovokasi massa lain, tidak menutup jalan umum, serta tidak melakukan tindakan anarkis seperti membakar ban bekas atau merusak fasilitas umum. Kapolres juga menekankan agar massa aksi tidak melawan petugas dan bersama-sama menjaga ketertiban.



Selain itu, ujarnya, masyarakat yang berada di sekitar kawasan Monas diimbau tidak terpancing provokasi. Bagi pengguna jalan, Kapolres menyarankan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas selama aksi berlangsung.



“Pengaturan lalu lintas bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan eskalasi jumlah massa di lapangan. Kami mohon kerja sama semua pihak agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” jelas Kapolres.