Notification

×

Iklan

Iklan

Surabaya Siapkan PSEL Kedua, Target Tangani 800 Ton Sampah per Hari

09/03/2026 | 17.35 WIB | Dibaca: 0 kali Last Updated 2026-03-09T10:35:38Z
    Bagikan

 

Surabaya Pos | Surabaya - pengolahan sampah berbasis energi, sistem pengelolaan sampah kota akan semakin terintegrasi. Distribusi pengiriman sampah juga bisa diatur lebih efisien sehingga dapat menekan biaya operasional sekaligus menuntaskan sisa timbulan sampah yang selama ini belum tertangani,” ujarnya.


 


Pembangunan fasilitas tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun sejak proses lelang selesai. Jika proses bidding berjalan sesuai rencana tahun ini, fasilitas pengolahan sampah baru tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi pada akhir 2027.


 


“Pemkot Surabaya menyambut baik dukungan pemerintah pusat melalui skema pendanaan Danantara ini. Dengan adanya dukungan tersebut, diharapkan pengolahan sampah di sisi hilir dapat semakin kuat, ke depan Pemkot Surabaya tetap menekankan pentingnya penanganan sampah dari sisi hulu, terutama melalui pengurangan dan pemilahan sampah di tingkat masyarakat,” ungkapnya.


 


Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengapresiasi kinerja Surabaya dalam pengelolaan sampah, khususnya melalui fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Benowo yang mampu mengubah sampah menjadi energi listrik.


 


Menurutnya, dari total sekitar 1.800 ton sampah per hari, sebagian besar telah berhasil dikelola dengan baik oleh Pemkot Surabaya.


 


“Salah satu kebanggaan kita adalah pengelolaan sampah di Benowo yang mampu menghasilkan energi listrik melalui PLTSa. Surabaya menjadi salah satu kota yang konsisten mengelola sampah menjadi energi listrik secara berkelanjutan,” ujar Menteri LH Hanif Faisol, usai meninjau korve kerja bakti Sungai Kalimas, di Surabaya, Jumat (6/3/2026) kemarin.


 


Ia menambahkan, pembangunan fasilitas pengolahan sampah tambahan menjadi langkah penting untuk menuntaskan sisa timbulan sampah yang masih ada.


 


“Melalui upaya dan kerja keras Wali Kota Surabaya serta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, telah diusulkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik tahap kedua. Jika terealisasi, Surabaya akan memiliki dua fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik,” katanya.


 


Menteri LH Hanif Faisol juga memastikan pemerintah pusat terus mengawal proses pendanaan fasilitas pengolahan sampah di Surabaya. Untuk pendanaan tahun 2025, pencairan anggaran akan dilakukan tahun ini atas persetujuan Menteri Keuangan.


 


“Untuk tahun 2026, anggarannya sudah tersedia di kementerian kami dan akan dicairkan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan,” ujar dia.


 


Menteri LH Hanif Faisol menegaskan, pembangunan infrastruktur pengolahan sampah harus tetap dibarengi perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam hal pemilahan sampah dari rumah tangga. Menurutnya, pengelolaan sampah paling efektif justru dimulai dari sumbernya.


 


“Pengelolaan sampah yang paling ideal adalah dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan yang konsisten. Jika dipilah dengan baik, sampah tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi bisa menjadi sumber daya ekonomi, energi, bahkan sumber daya baru bagi masyarakat,” pungkasnya