Notification

×

Iklan

Iklan

Masjid Sabilul Muttaqin Tembok Dukuh 9 / RT3 Gelar Kajian Fiqih Rutin Kitab Safina, Ustadz Muzammil Chanif Ajak Jamaah Perbaiki Ibadah

28/07/2026 | 19.11 WIB | Dibaca: 0 kali Last Updated 2026-07-28T12:20:40Z
    Bagikan


Surabaya.Pos || Surabaya,– Semangat menuntut ilmu terus dihidupkan setiap ba'da Sholat Maghrib, di Masjid "Sabilul Muttaqin" Tembok Dukuh 9 RT 03 Surabaya, Selasa 28/7/2026.


Masjid ini menggelar Kajian Fiqih Rutin dengan mengkaji Kitab Safinatun Najah yang disampaikan oleh Ustadz Drs. Muzammil Chanif.


Menurut Takmir masjid, "Kegiatan ini terbuka untuk umum. Kami mengajak seluruh Bapak Ibu jamaah yang tidak berhalangan untuk hadir. "Semoga majelis ini menjadi berkah dan bermanfaat bagi kita semua," demikian ajakan takmir.


Dalam kajian pekan ini, Ustadz Muzammil Chanif mengangkat tema "Syarat Sah dan Rukun Sholat Sesuai Kitab Safina.


Beliau menjelaskan bahwa Kitab Safinatun Najah merupakan kitab dasar fiqih Mazhab Syafi'i yang ditulis oleh Syaikh Salim bin Abdullah bin Sa'ad bin Sumair Al-Hadhromi. Isinya ringkas namun mencakup hukum-hukum penting yang wajib diketahui setiap muslim.


"Ustadz Muzammil menegaskan bahwa bersuci adalah syarat utama diterimanya sholat. Beliau menguraikan tentang macam-macam air, najis, dan tata cara wudhu yang benar sesuai sunnah.


"Kalau wudhunya tidak sah, maka sholatnya tidak sah. Maka pelajari betul rukun wudhu dan hal-hal yang membatalkannya," ujarnya.


Dalam kitab Safina dijelaskan ada 17 rukun sholat. Ustadz mengingatkan jamaah agar tidak tergesa-gesa, khususnya dalam thuma'ninah, membaca Al-Fatihah, dan menjaga urutan rukun.


"Sholat bukan hanya gerakan. Tapi ada hati, ada khusyuk, ada pemahaman. Itu yang membuat sholat kita diterima Allah," pesannya.


Selain ibadah mahdhah, kitab Safina juga membahas hal-hal praktis seperti adab, muamalah, dan batasan halal-haram. Ustadz mengajak jamaah untuk menjadikan ilmu fiqih sebagai panduan agar ibadah tidak hanya rutinitas, tapi bernilai ibadah.


Selain itu "Ketua Takmir Masjid Sabilul Muttaqin menyampaikan, kajian rutin ini bertujuan agar masjid tidak hanya ramai saat sholat 5 waktu, tapi juga hidup dengan majelis ilmu.


"Kami ingin jamaah pulang dari masjid tidak hanya membawa pahala sholat, tapi juga membawa ilmu yang bisa diamalkan di rumah," katanya.


Kajian ini rencananya akan terus berjalan setiap pekan hingga khatam 1 kitab. Warga umum dipersilakan hadir secara gratis," Pungkasnya.