Notification

×

Iklan

Iklan

Kunjungi PP Nurut Taqwa Bondowoso, Wadir Intelkam Polda Jatim Ingatkan Bahaya Radikalisme

17/04/2021 | April 17, 2021 WIB | Dibaca: 0 kali Last Updated 2021-06-28T11:22:29Z
    Bagikan

Bondowoso – Wadir Intelkam Polda Jatim, AKBP Cecep Ibrahim bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Nurut Taqwa Cermee, Kabupaten Bondowoso. Kunjungan tersebut tepat malam ke-5 bulan suci Ramadan 1442 H, Jumat, (16/4/2021).

Kehadirannya tak lain untuk meningkatkan hubungan baik antara aparat kepolisian dengan santri. Apalagi di tengah Bulan Ramadan. 


Di depan para santri, pria yang akrab disapa AKBP Cecep berpesan agar santri yang sudah punya identitas khas, betul-betul meningkatkan kualitas diri dan belajar dengan baik. Terutama dalam belajar ilmu agama. Sehingga tidak terpapar radikalisme.


Apalagi beberapa hari terakhir, terjadi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dan menewaskan dua orang yang tak lain adalah pelaku. Setelahnya juga ada serangan penembakan oleh seorang perempuan di Mabes Polri.

"Tugas saya sebagai polisi, bagaimana caranya kita memberikan edukasi, karena saat ini banyak yang terpapar radikalisme. Santri jangan sampai terpapar radikalisme dan narkoba," katanya.


Dia berpesan kepada santri dan kaum milenial pada umumnya, agar mencari guru yang benar ketika hendak belajar ilmu agama. Sehingga terhindar dari paham-paham intoleran tersebut. 

Paham radikalisme kata dia, sebenarnya tidak pernah diajarkan oleh bangsa Indonesia. Sehingga apa pun bentuknya, pihaknya siap memberantas. 



Lebih lanjut dia menjelaskan, para penyebar paham radikal lebih menyasar anak muda atau kaum milenial.  "Mereka memberikan doktrin berlabel agama. Bisa saja masuk ke semua lini, misalnya pendidikan untuk memuluskan visa mereka," imbuhnya.

Sementara keberadaan pesantren kata dia, khususnya yang berhaluan ahlussunah wal jamaah atau berbasis NU, bisa menjadi filter paham radikal.


Dia berharap, santri di Pondok Pesantren Nurut Taqwa dan santri di Bondowoso pada umumnya, agar fokus meningkatkan pengetahuan. "Selain itu, santri harus patuh pada kiainya," imbuhnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nurut Taqwa Cermee, KH Nawawi Maksum  siap membantu pemerintah dan kepolisian dalam memerangi paham radikal tersebut.

"Bagi kami radikalisme dengan menyerang orang lain secara membabi-buta bukanlah ajaran agama," tuturnya.



Menurutnya, penganut paham radikal rata-rata membenci pemerintahan yang sah, membeci aparat dan sebagainya.  "Tetapi bagi pesantren kami yang berbasis Ahlussunah wal jamaah an-nahdliyah, cinta tanah air adalah wajib dan harus menaati pemerintahan yang sah," tegasnya.

Selain Wadir Intelkam Polda Jatim, hadir dalam silaturahmi di Ponpes Nurut Taqwa Cermee Kabupaten Bondowoso tersebut, jajaran intel dari Polres Bondowoso, tokoh agama, dan sejumlah pihak terkait lainnya. (red)


×
Berita Terbaru Update