Notification

×

Iklan

Iklan

Kapolri Perintahkan Jajarannya Jaga Rumah Kosong yang Ditinggal Mudik

14/03/2026 | 01.17 WIB | Dibaca: 0 kali Last Updated 2026-03-13T18:17:34Z
    Bagikan

 

Surabaya Pos | Jakarta – Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri memerintahkan seluruh jajaran kepolisian untuk meningkatkan pengamanan rumah warga yang ditinggal mudik selama libur Lebaran 2026.


Perintah tersebut disampaikan Kapolri usai Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan Operasi Ketupat 2026 di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Kamis (12/3/2026).


Menurut Kapolri, pengamanan mudik tidak hanya berfokus pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat yang meninggalkan rumahnya untuk pulang kampung.


“Lakukan pendataan rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemudik, serta sediakan layanan penitipan kendaraan bermotor di kantor-kantor kepolisian dan kantor pemerintahan lainnya,” ujar Kapolri.


Ia menegaskan, langkah tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya tindak kriminal seperti pencurian rumah kosong selama musim mudik Lebaran.


Selain itu, jajaran kepolisian juga diminta meningkatkan patroli guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


“Berdasarkan hasil pemetaan kerawanan, terdapat beberapa potensi gangguan kamtibmas yang perlu diantisipasi, antara lain kejahatan konvensional, premanisme, balap liar hingga perkelahian antar kelompok,” jelasnya.


Kapolri juga memprediksi puncak arus mudik tahun ini akan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diperkirakan terjadi menjelang penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 16–17 Maret 2026, kemudian disusul gelombang kedua pada 18–19 Maret 2026.


Polri sendiri akan menggelar Operasi Ketupat mulai 13 hingga 25 Maret 2026.


“Tahun ini Operasi Ketupat mengusung tagline Mudik Aman dan Keluarga Bahagia. Seluruh jajaran harus mempersiapkan diri secara maksimal agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” kata Kapolri.


Dalam operasi tersebut, sebanyak 161.243 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, kementerian/lembaga serta berbagai pemangku kepentingan lainnya akan dikerahkan untuk menjaga keamanan selama masa mudik Lebaran.