Surabaya Pos | Surabaya – Kepolisian Daerah Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, di Gedung Mahameru Mapolda Jawa Timur, Senin (9/3/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan menyamakan visi serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam rangka pengamanan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Rakor dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto dan dihadiri unsur Forkopimda, Pangkotama TNI, para Kapolres jajaran, pemerintah daerah, instansi terkait, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Kapolda Jatim menegaskan bahwa rakor lintas sektoral ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan seluruh pihak menghadapi rangkaian hari besar keagamaan nasional yang waktunya hampir bersamaan.
“Kegiatan rapat koordinasi lintas sektoral ini dilaksanakan dalam rangka menyamakan visi dan kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026,” ujar Kapolda Jatim.
Ia menjelaskan, pada Maret 2026 terdapat dua agenda besar keagamaan, yaitu Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H pada 21 Maret 2026, sehingga membutuhkan perhatian serta kesiapan ekstra dari seluruh pemangku kepentingan.
“Masyarakat menaruh harapan besar kepada kita sebagai aparatur negara agar rangkaian ibadah tersebut dapat berjalan lancar, aman, nyaman, dan kondusif,” tuturnya.
Kapolda juga mengungkapkan bahwa mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran diperkirakan mengalami lonjakan signifikan.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan dan BPS, pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran 2026 secara nasional diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
Jawa Timur sendiri memiliki peran strategis dalam arus mudik nasional, baik sebagai daerah asal maupun tujuan pemudik. Bahkan Kota Surabaya menjadi salah satu kota tujuan favorit pemudik di Indonesia.
Untuk mengamankan rangkaian kegiatan tersebut, Polda Jawa Timur bersama TNI dan instansi terkait akan menggelar Operasi Ketupat Semeru 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
“Polda Jatim beserta jajaran yang didukung TNI dan instansi terkait akan mengerahkan 16.326 personel yang terdiri dari personel Polri, TNI, serta unsur gabungan dari berbagai instansi,” jelas Kapolda.
Selain itu, dalam operasi tersebut akan didirikan 238 pos pengamanan yang terdiri dari:


