Surabaya.Pos || Sampang, – Keselamatan warga Desa Napo Laok, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang terancam akibat kabel listrik yang bergelantungan rendah hingga setinggi orang dewasa di wilayah Tanunggul, tepatnya di sekitar tempat wudhu musholla.
Berdasarkan pantauan Tim Liputan Indonesia pada Rabu, 27 Mei 2026, kondisi kabel tersebut sudah berlangsung lama dan berpotensi membahayakan anak-anak serta warga yang beraktivitas di area itu.
Yang lebih mengkhawatirkan, warga menyampaikan bahwa pemilik rumah sekaligus pengurus musholla sebenarnya sudah pernah melaporkan kondisi ini ke PLN Unit Layanan Pelanggan Sampang saat musholla direnovasi. Namun saat dilakukan survei, warga mengaku diminta biaya sebesar Rp5 juta untuk perbaikan.
Karena tidak mampu, laporan tersebut mandek dan kabel dibiarkan tetap rendah hingga sekarang.
Sebagai BUMN yang bergerak di bidang kelistrikan, PLN memiliki tanggung jawab langsung kepada publik dalam menjaga keselamatan dan pelayanan. Dugaan permintaan biaya di luar prosedur ini bertentangan dengan prinsip tata kelola BUMN yang bersih dan transparan yang digaungkan Kementerian BUMN.
Warga mendesak PLN Sampang segera turun tangan tanpa syarat biaya tambahan. Mereka juga berharap Kementerian BUMN dan PLN Pusat ikut memantau kasus ini agar tidak ada lagi warga yang dibiarkan hidup dalam bahaya.
Upaya konfirmasi dilakukan ke pihak PLN namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN Sampang terkait laporan dan dugaan tersebut.
Tim Liputan Indonesia akan terus mengawal kasus ini. Dan siap memfasilitasi hak jawab dari pihak PLN Sampang," pungkasnya.
Penulis: Kib


