Notification

×

Iklan

Iklan


Setiba dari Tanah Suci, Gubernur Khofifah Dijadwalkan Langsung Tinjau Penanganan Bencana di Mojokerto dan Gresik

07/01/2020 | Januari 07, 2020 WIB | Dibaca: 0 kali Last Updated 2020-01-07T10:44:01Z
    Bagikan
SurabayaPos.com / Surabaya - Plt. Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan, usai melaksanakan ibadah umroh di Tanah Suci Makkah yang dilaksanakan sejak 30 Desember 2019 hingga 8 Januari 2020, lalu. Diperkirakan tiba di Surabaya, Rabu (8/1/2020), pagi.


Setibanya di Surabaya Gubernur Khofifah bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, langsung tancap gas melakukan peninjauan terhadap penanganan bencana di Kabupaten Mojokerto dan Gresik. 

Aries menjelaskan, Gubernur Khofifah memerintahkan via pesan singkat, agar saat tiba di tanah air ingin langsung ke lapangan, melihat kondisi secara langsung berdasarkan laporan dari Para Kepala OPD terkait kondisi di beberapa daerah.

“Ibu Gubernur melalui pesan singkat menyampaikan bahwa beliau setiba di Juanda akan langsung melakukan peninjauan ke beberapa titik lokasi. Titik pertama yang akan ditinjau Gubernur Khofifah yaitu Pintu Dam Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto yang jebol beberapa waktu yang lalu,” ujar Aries Agung, Selasa (7/1/2020).

Dijelaskan, empat pintu dari enam Pintu Dam Kedunggempol di Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jumat (27/12/2019), lalu jebol. 

Empat pintu air yang jebol tersebut karena terseret tanaman enceng gondok akibat debit air Kali Sadar meningkat. Pada kejadian ini tidak terdapat korban jiwa.

Selanjutnya, rombongan Mantan Mensos RI di era Presiden Jokowi itu melanjutkan peninjauan ke lokasi banjir akibat luapan dari Kali Lamong. 

Aries menambahkan, ada dua desa di Kecamatan Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto, terendam banjir, Selasa (7/1/2019). Dampaknya pada Desa Pulorejo Dusun Klanting terdapat sejumlah 2 rumah warga tergenang 20-30 cm, persawahan tergenang 20 Ha. Untuk Desa Banyulegi Dusun Balong terdapat genangan sekitar 20-25 cm pada jalan lingkungan, genangan sekitar 10-20 cm pada 12 rumah warga, dan persawahan tergenang seluas 25 Ha.

Berdasarkan keterangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim, wilayah hulu Kali Lamong diguyur hujan lebat selama dua hari berturut-turut. 

Usai meninjau banjir di Kabupaten Mojokerto, gubernur perempuan pertama di Jatim itu, juga meninjau banjir di Kabupaten Gresik. Banjir tersebut diakibatkan hujan intensitas tinggi pada 6 Januari 2020, pukul 16.00 WIB serta tersumbatnya drainase atau selokan yang mengakibatkan banjir genangan di beberapa titik.

"Ibu Gubernur menginginkan bahwa langkah-langkah yang dilakukan oleh Tim Penanggulangan Bencana Pemprov. Jatim masif dan terencana untuk mengantisipasi hal-hal yang sifatnya butuh penanganan cepat dan langsung melakukan respon secara bersama-sama dengan pemerintah daerah kabupaten/kota,” pungkasnya.(tji)

×
Berita Terbaru Update